Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ansar Targetkan Realisasi Belanja APBD 2021 Kepri 92 Persen Hingga Akhir Tahun

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.(Foto: Dok/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menargetkan realisasi belanja APBD 2021 Kepri hingga akhir tahun sebesar 92 persen.

“Berdasarkan perhitungan kita kemarin, hingga akhir tahun realisasi keuangan bisa mencapai 91-92 persen. Sisanya, sekitar 8 persen karena kemarin ada kendala SIPD dan lain-lain,” ungkapnya di Tanjungpinang.

Berdasarkan laporan Biro Administrasi Pembangunan, realisasi keuangan hingga awal November 2021 kemarin baru mencapai 60,92 persen. Jumlah tersebut masih tergolong rendah mengingat sudah memasuki triwulan IV.

Namun demikian, menurut Ansar, capaian tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi saat ini. Hal itu dikarenakan proses APBD Perubahan, sehingga pembayaran program-program fisik baru bisa dilaksanakan.

“Memang di triwulan IV ini baru banyak pembayaran program fisik itu,” ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya Pj Sekdaprov Kepri, Lamidi, saat memimpin rapat evaluasi OPD mengingatkan seluruh OPD terutama yang realisasi belanja masih rendah agar segera melaksanakan kegiatannya. Hal tersebut mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

“Oleh karena itu paket-paket yang sedang dilelang kalau sudah selesai tahapan lelangnya untuk segera dibuatkan kontraknya” tegasnya.

Ia mengatakan, terkait perbandingan realisasi APBD yang masih menurun dari periode yang sama di tahun lalu, dikarenakan adanya penyesuaian pada APBD Perubahan terhadap Visi dan Misi Kepala Daerah yang baru.

“Sebenarnya kita masih di jalur yang benar dikarenakan perbandingan tersebut tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 3 persen. Inipun untuk mendukung tercapainya visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” demikian Lamidi

Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Aries Fhariandi, menuturkan realisasi belanja APBD Kepri hingga November 2021 mencapai 60,92 persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu yang mencapai 64,84 persen.

Selain itu, saat ini untuk realisasi pendapatan sebesar 75,48 persen. Menurutnya, progres realisasi belanja bergerak fluktuatif, karena ada penyesuaian pada struktur APBD Perubahan. Penyesuaian tersebut juga mengakibatkan ada sejumlah OPD yang progresnya menjadi minus.

“Adanya keterlambatan penyerapan secara umum dipengaruhi beberapa perubahan nomenklatur yang harus menunggu proses APBD Perubahan,” demikian Aries.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...