Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Masuk Angin Utara, Bupati Bintan Imbau Nelayan Waspada Saat Melaut

Nelayan Bintan Saat melakukan aktivitas di laut (Foto:Hasura/presmedia.id 70 x 110 Pixel)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Plt.Bupati Bintan Roby Kurniawan mengimbau, agar nelayan mewaspadai kondisi cuaca saat pergi melaut. Hal itu, mengingat kondisi cuaca menjelang akhir tahun memasuki Angin Utara dan gelombang tinggi.

“Kita minta masyarakat Nelayan waspada terhadap keadaan cuaca menjelang akhir tahun. Kalau turun melaut pun lihat situasi, karena cuaca menjelang akhir tahun biasanya tidak menentu. Ini yang perlu kita sampaikan untuk keselamatan bersama,” Roby, Jumat (19/11/2021).

Berdasarkan prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang kondisi cuaca di Pulau Bintan pada Oktober-Desember 2021 mendatang. Mulai dari berawan hingga hujan lebat yang diakibatkan beberapa faktor alam seperti kondisi angin utara yang kerap terjadi.

Bupati Bintan Roby Kurniawan saat panen ikan bersama Nelayan Tambak di Bintan (Foto;Hasura/presmedia.id 70 x 110 Pixel)

Kondisi cuaca yang dapat dikategori ekstrim juga bisa terjadi. Hal itu disebabkan beberapa faktor antara lain, adanya konvergensi atau pertemuan angin yang membuat massa udara cenderung melambat di atas langit Pulau Bintan, sehingga potensi terbentuk awan Cumulonimbus dan hujan lokal cenderung besar.

“Kemudian bertiupnya angin ke arah utara  membawa awan hujan juga berpengaruh terhadap kondisi cuaca hingga akhir tahun ini,” jelasnya.

Dengan potensi cuaca seperti itu diminta semuanya waspada. Karena, sangat beresiko bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan angin kencang. Sedangkan untuk masyarakat pesisir atau nelayan d diminta untuk mewaspadai tinggi gelombang yang bisa mencapai 2-3 meter.

Dia juga akan meminta aparatur setingkat camat, lurah dan desa untuk terus mengoptimalkan upaya preventif dalam mengantisipasi bencana hidrologi.

Plt.Bupati Bintan Roby Kurniawan saat memimpin rapat. (Foto: Hasura/ Presmedia.id 70 x 110 Pixel).

“Biasanya akhir tahun resiko bencana seperti halnya banjir, tanah longsor maupun angin kencang bisa terjadi. Kita mint pihak terkait juga bisa upayakan preventif,” katanya.

Selain itu juga pihaknya akan merapatkan dan meningkatkan sinergi dengan TNI/Polri juga kelompok relawan bencana seperti Tagana, PMI maupun organisasi masyarakat untuk bersatu-padu menghadapi kesiapsiagaan dari semua lini.

“Tentu kesiapsiagaan dan sinergi dari semua pihak harus dikoordinasikan guna mengoptimalkan upaya preventif dalam mengantisipasi bencana yang terjadi,” ucapnya.

Penulis :Hasura
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...