Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

BNN Dan Media di Tanjungpinang Tandatangani Komitmen Dukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba

Workshop penguatan kapasitas Insan Media dalam mendukung kota Tanggap Ancaman Narkoba (Foto:Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Bahaya narkoba menjadi ancaman serius bagi semua kalangan. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang, mengatakan Indonesia saat ini menjadi negara darurat narkoba.

Plt.Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tanjungpinang Melly Puspita Sari, mengatakan Narkoba juga telah masuk ke semua lini baik itu tempat ibadah, pekerja swasta, Polisi, Jaksa bahkan Hakim.

Kendati angka penyalahgunaan narkoba di Kepri mengalami penurunan, Namun letak geografis Kepri yang terdiri dari laut dan berbatasan langsung dengan negara luar, menjadi ancaman serius masuk dan transitnya Narkoba ke Provinsi Kepri.

“Dari pemetaan BNN, ada 72 jaringan sindikat Narkoba sebelum sampai ke Pengguna,” ujarnya dalam Workshop penguatan kapasitas Insan Media dalam mendukung kota Tanggap Ancaman Narkoba di Hotel Aston Tanjungpinang, Jumat (19/11/2021).

Selain melalui transportasi darat, Udara dan laut, Sindikat jaringan Narkoba juga menggunakan semua lini dan profesi. Ada yang lewat ekspedisi, penjemputan langsung, atau bahkan Nelayan yang pekerjaanya mencari ikan dilaut.

Narkoba lanjutnya, menjadi barang yang menggiurkan di tangah ekonomi masyarakat yang masih lemah. Dengan iming-iming upah, semua pihak nekat melakukan pekerjaan kriminal ini.

“Namun harus diingat itu hanya nikmat sesaat, Karena ketika berurusan hukum dan tertangkap, semua akan habis dan tinggal hanya penyesalan dan menjalani hukuman penjara,” ujarnya.

Melly sapaan akrab Plt.BNNK Tanjungpinang ini juga menjelaskan, saat ini ada 892 narkotika jenis baru di dunia. Di Indonesia ada 76 jenis sementara yang terdaftar di Kemenkes 71 jenis, sedang 5 jenis lainya hingga saat ini belum terdaftar kemenkes dan diserahkan sebagai barang terlarang sesuai UU Pemberantasan Narkoba dan psikotropika,

Masing-masing jenis narkoba memiliki cara kerja sendiri dengan efek pada penggunaan fly, lupa diri dan ketagihan. Namun pada umumnya, semua  jenis Narkoba ini langsung menyerang jaringan otak korteks.

Otak korteks sendiri merupakan jaringan otak yang berfungsi untuk membuat keputusan dengan kemampuan rasional.

“Maka jika kita lihat pada pengguna, termasuk klien yang kami assasment dan rehabilitasi, Pada umumnya jaringan otak korteks nya rusak dan tidak mampu berpikir, dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Jika dilihat dari tingkat umur, lanjutnya lagi rata-rata penyalahguna narkoba, kebanyakan adalah pekerja dibandingkan para pelajar. Dan berdasarkan data, 63 persen peredaran narkoba dilakukan di perkotaan hingga ke pedesaan.

“Dengan kondisi ini, maka dibutuhkan peran semua pihak dengan kapasitas masing-masing, khususnya media dalam memberantas dan pencegahan peredaran gelap Narkoba,” ujar Melly.

BNN kota Tanjungpinang lanjutnya, juga berkomitmen melaksanakan program kota tanggap ancaman Narkoba, Melalui workshop penguatan kapasitas Insan Media ini, BNN Kota Tanjungpinang juga berharap, Insan Pers dan Media di Tanjungpinang dapat mendukung melalui pemberitaan, akan bahaya Narkoba.

Demikian juga dalam pemberantasan, khususnya mengenai pemberitaan penangkapan dan proses hukum, Serta pemulihan melalui rehabilitasi di BNN. Sehingga, saudara dan family serta masyarakat lainya, dapat terhindar dari peredaran narkoba baik dilingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.

“Mari kita miliki komitmen bersama untuk mewujudkan kota Tanjungpinang menjadi kota tanggap ancaman narkoba,” kata Melly dalam sambutannya.

Pada Workshop ini tidak hanya penguatan kapasitas, tetapi juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama anatara BNN dan Insan Pers dalam mendukung kota tanggap ancaman narkoba.

“Saya yakin, dengan bantuan media melalui pemberitaan, tentu masyarakat bisa membaca hal penting yang disampaikan BNN. Masyarakat jadi tahu, ternyata ada program dari BNN berupa rehabilitas dan dijamin tidak dipenjara jika melaporkan diri sebelum tertangkap Polisi,” terangnya.

Ditempat yang sama salah satu jurnalis media online di Tanjungpinang, Masrun mengaku, workshop itu sangat membantunya dalam memahami kondisi sebenarnya peredaran gelap narkoba di Tanjungpinang.

Demikian juga mengenai penanganan penyalahgunaan narkotika, baik yang melaporkan diri ke BNN juga pelaku yang tertangkap pihak kepolisian.

“Materi yang disampaikan edukatif dan mendukung BNN dalam menyampaikan kepada masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...