Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Bintan Terus Dorong Peningkatan Budidaya Ikan Laut

* Bintan Harapkan Pembentukan Tim Pengelolaan Perikanan Kepri Untuk Bantu Nelayan Daerah

Bupati Bintan Roby Kurniawan saat panen ikan bersama Nelayan tambak dan Gubernur saerta Direjen Kementeriaan KKP di Bintan.(Foto:Hasura/presmedia.id 70 x 110 Pixel)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Plt.Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, Peluang peningkatan ekonomi dari sektor perikanan di Bintan hingga saat ini masih sangat menjanjikan.

Dengan potensi besar perikanan Bintan itu, Pemerintah akan terus mendorong masyarakat nelayan agar memanfaatkan sektor perikanan Bintan secara maksimal.

Dikatakannya, meskipun kewenangan daerah dalam pengelolaan sektor perikanan sudah mulai dibatasi dan lebih banyak berada di Pemerintah Provinsi, Namun menurutnya daerah tentunya harus mampu mensiasati dan memaksimalkan peluang yang ada.

Salah satu dengan memaksimalkan peluang produksi Perikanan dengan cara mendorong peningkatan budidaya ikan nelayan.

“Kami akan terus mendorong masyarakat nelayan budidaya untuk mengembangkan berbagai komoditas ikan laut ini. Salah satunya adalah Ikan Bawal Bintang, yang dikenal dengan merk dagang Silver Pompano yang saat ini telah berkembang di Tanah Air,” ujarnya.

Bupati Bintan Roby Kurniawan saat panen ikan Bawal Bintang bersama Gubernur dan Direjen Kementeriaan KKP (Foto:Hasura/presmedia.id 70 x 110 Pixel)

Hingga saat ini lanjut Roby, teknologi budidaya Bawal Bintang di Bintan hingga saat ini, sudah dikuasai masyarakat Nelayan dengan tingkat produksi yang cukup tinggi.

“Peluang pasar ikan Bawal Bintang juga dirasa cukup besar baik di pasar lokal maupun ekspor. Upaya pengembangan usaha budidaya Bawal Bintang masih terbuka untuk dikembangkan dalam berbagai skala usaha,” ujarnya saat melakukan panen dan tebar benih ikan bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan di Desa Pangkil Kabupaten Bintan, Jumat (12/11/2021) lalu.

Oleh karena itu, Roby juga berharap, Pemerintah Provinsi dan Pusat bisa membentuk tim bersama Dirjen Perikanan Budidaya guna membahas bagaimana pengelolaan perikanan di Provinsi Kepri kedepannya.

Sebelumnya, Pemerintah provinsi Kepri menyatakan akan mendukung dan mengoptimalkan pemanfaatan Budidaya Ikan di samping perikanan tangkap di Kepri.

Hal itu mengingat, besarnya potensi perikanan Kepri yang hingga saat ini belum digarap dan selama ini potensi perikanan masih identik dengan ground fishing atau Perikanan Tangkap.

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, potensi perikanan Kepri saat ini ada 1,1 juta ton dalam satu tahun. Tetapi yang  termanfaatkan hingga saat ini baru 33 persen.

“Pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan budidaya perikanan agar lebih optimal, disamping potensi perikanan perikanan tangkap),” kata Ansar.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tubagus Haeru Rahayu, mengatakan Kementerian tidak melihat suatu budidaya dari ukurannya, namun yang dilihat adalah bagaimana nanti embrio ini bisa berkembang.

Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama Dirjen Perikanan dan Gubernur Kepri saat Panen Ikan Bawal Bintan di Bintan (Foto:Hasura/presmedia.id 70 x 110 Pixel)

Produk Kementerian KKP pusat lanjutnya, bukan merupakan ikan, Namun berbentuk kebijakan. Kebijakan yang diambil pun harus selaras dengan apa yang diinginkan masyarakat.

“Setiap kebijakan yang dikeluarkan, prioritas utamanya adalah ekologi, untuk keberlanjutan di masa depan. Supaya anak cucu kita masih dapat menikmati sumber daya alam” kata Tubagus.

Setelah ekologi, lanjut Tubagus, baru kemudian ekonomi. Karena jika hanya ekologi saja tanpa ekonomi maka tidak akan tercapai kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya jika hanya ekonomi saja tanpa ekologi, maka generasi penerus tidak akan dapat menikmati ini semua.

“Kemudian dengan memasuki era revolusi industri 4.0, harus pula disinergikan antara ekologi, ekonomi, dan inovasi teknologi. Jika ketiganya dipadukan maka blue economy akan dapat dicapai dalam waktu singkat” harapnya.

Terakhir Tubagus menyampaikan saat ini adalah saatnya membangunkan raksasa tidur yaitu budidaya, dimana potensinya sangat besar yaitu 16 persen dari total 1,33 triliun dolar AS.

“Salah satunya ini sudah dimulai dari Kepri (Pulau Pangkil). Mudah-mudahan ini menjadi pemicu dan provokator positif untuk kelompok-kelompok yang lain” pungkasnya.

Turut menghadiri kegiatan tersebut Direktur Perbenihan Nono Hartanto, Kasubdit Perbenihan Ikan Laut Nasrul Efendi, Bupati Bintan Roby Kurniawan, Pj. Sekdaprov Kepri Ir.lamidi, Kepala DKP Kepri H.T.S Arif Fadillah, dan Kepala BPBL Batam Toha Tusihadi.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Comments
Loading...