Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Infrastruktur, Cagar Budaya & Air Bersih di Pulau Penyengat Akan Dibenahi

Pj Sekda Prov Kepri saat memimpin Rapat Presentasi Penataan Kawasan Cagar Budaya Pulau Penyengat dan Paparan Perencanaan Proyek Strategis di Gedung Daerah, Tanjungpinang. (Foto : Humas Pemprov Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Proyek penataan kawasan Pulau Penyengat akan mulai dilaksanakan tahun 2022 mendatang. Dalam pembangunan ini, infrastruktur, cagar budaya, hingga air bersih di Pulau Penyengat akan dibenahi.

Dengan proyek penataan ini, pulau Penyengat sebagai warisan sejarah akan tertata dengan baik dan menjadi ikon pariwisata budaya dan Sejarah di Provinsi Kepri.

Pj Sekda Provinsi Kepri, Lamidi, mengatakan penataan pulau Penyengat harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang. Jangan sampai kegiatan tersebut menimbulkan suatu permasalahan dikemudian hari.

“Pak Gubernur sudah berkomitmen, pembangunan Pulau Penyengat yang akan dimulai tahun depan ini, harus dapat memberi nilai tambah dan manfaat pada masyarakat. Sejumlah sarana yang akan dibangun berupa infrastruktur cagar budaya, air bersih dan penerangan,” ungkapnya saat memimpin Rapat Presentasi Penataan Kawasan Cagar Budaya Pulau Penyengat dan Paparan Perencanaan Proyek Strategis di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (22/11/2021).

Ia juga meminta agar seluruh stakeholder bersama-sama mengawasi kegiatan ini jangan hanya melihat mata anggarannya tapi berkomitmen terhadap pengembangan daerah.

“Kolaborasi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota nantinya akan disinkronkan lagi, agar bersama-sama tahu tanggung jawabnya masing-masing,” pinta Sekda Lamidi

Selain itu, Sekdaprov menegaskan kepada konsultan perencanaan agar bisa menyelesaikan pada akhir bulan ini. Pada awal bulan depan bisa diserahkan ke Kantor BPPW agar bisa dilelangkan.

“Bapak nanti kerja ekstra sedikitlah, jadi tanggal 1 atau 2 bulan depan dokumennya bisa diserahkan ke timnya Pak Albert. Nanti Perkim dan PUPR tolong pendampinganya lebih ketat lagi,” kata lamidi.

Sementara itu, Perwakilan Konsultan Perencanaan, Bambang, memaparkan total panjang jalan akses di Pulau Penyengat sepanjang 4.552 meter. Jalan tersebut terbagi menjadi jalan tanah, jalan andesit, beton, paving dan jalan pelantar beton.

“Draf perencanaan teknisnya ada 6 nama jalan yang akan di bangun yaitu jalan Manunggal III, jalan Tabib, jalan Makam Raja Ali Haji, jalan Engku Putri, jalan Siambang I serta jalan Kampung Datuk,” terang Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan dari 6 nama jalan yang direncanakan panjang ruas keseluruhannya total 1.253 meter, dimana jalan Manunggal III panjang 300 meter, jalan Tabib panjang 172 meter, jalan Makam Raja Ali Haji panjang 124 meter, jalan Engku Putri panjang 186 meter, jalan Siambang I panjang 238 meter dan jalan Kampung Datuk panjang 232 meter.

Dengan lebar eksistingnya jalan Manunggal III, jalan Makam Raja Ali Haji, jalan Engku Putri, jalan Siambang I dan serta jalan Kampung Datuk 3,3 meter sedangkan jalan Tabib lebar eksistingnya 3 meter.

“Nanti pembangunan jalan memakai bahan batu andesit yang dilengkapi dengan crossing drainase yang menuju langsung ke laut yang disiapkan manhole, titik hydrant dan rumah pompa beserta aksesoris lampu jalan atau lampu taman, titik kumpul, RTP dan Shelter serta tempat sampah 44 titik,” jelasnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepri, Albert Reinaldo, mengingatkan perihal terkait penataan pulau penyengat ini perencanaan harus benar-benar mengetahui peruntukan nya serta pembangunan nantinya agar tidak terjadi kesalahan dalam penataan wilayah.

“Padahal dalam peningkatan kawasan pemukiman itu ada 7 parameter, ini jalan lingkungan hanya 1 parameter. Tadi dibuat tempat sampah tapi hilirnya bawa kemana, jangan hanya garis besar saja tapi harus sampai titik selesainya,” pesan Albert.

Albert juga mengatakan dengan waktu terus berjalan dan ini masih ada perbaikan-perbaikan, Kantor BPPW meminta kepastian jadwal secara resmi kepada Pemprov, Pemkot dan Konsultan Perencanaan agar kegiatan ini segera dilelang.

“Pekerjaan penataan kawasan permukiman ini harus cepat dilelang. Dikarenakan mengingat waktu yang hanya tinggal beberapa bulan yang batas waktunya pada bulan Juni,” demikian Albert.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...