Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terbukti Menipu, ASN Pemko Tanjungpinang Hanya Dihukum 22 Bulan Penjara

Sidang Terdakwa ASN Penipu Vina Saktiani dituntut 3 tahun Oleh Jaksa Hakim PN Bonus 1 tahun 4 bulan hukuman Vina

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Terbukti menipu, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tanjungpinang, terdakwa Vinna Saktiani dihukum 1 tahun dan 10 bulan (22 bulan) penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang Rabu (24/11/2021).

Putusan terdakwa kasus penipuan calo masuk IPDN ini, dijatuhkan Hakim Boy Syailendra didampingi Hakim Risbarita Manurung dan Sacral Ritonga di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang,

Dalam putusan, Hakim menyatakan, terdakwa terbukti melakukan penipuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum sebagaimana dakwaan primair melanggar pasal 378 KUHP.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 10 bulan,” katanya.
Hukuman ini lebih ringan 1 tahun 4 bulan dari tuntutan Jaksa, yang sebelumnya menuntut terdakwa Vina Saktiani dengan hukuman 3 tahun penjara.

Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya Januarsyah menyatakan pikir-pikir selama satu pekan. Demikian juga Jaksa Penuntut Umum (JPU), juga menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya Jaksa penuntut Umum mendakwa Vina Saktiani dengan pasal 378 KUHP dalam dakwaan Kesatu dan pasal 372 KUHP dalam dakwaan kedua atas dugaan kasus penipuan masuk IPDN.

Penipuan yang dilakukan terdakwa, berawal ketika terdakwa menawarkan kepada oknum anggota DPRD Bintan Tarmizi, agar memasukan anaknya dalam penerimaan siswa IPDN dengan uang pengurusan Rp300 juta.

Atas tawaran itu, Tarmizi menyetujui dan menyerahkan uang pengurusan Rp300 juta kepada terdakwa. Namun ketika anak korban mengikuti Ujian Teknis Kemampuan Dasar (TKD) di Tanjungpinang, anak anggota DPRD Bintan itu dinyatakan tidak lulus.

Selanjutnya, terdakwa kembali menjanjikan kalau anak korban bisa diluluskan lewat jalur belakang setelah mengikuti pelantikan siswa. Saat itu, terdakwa meminta agar korban dan anaknya berangkat ke Bandung menemui seseorang di kampus IPDN.

Atas arahan itu, korban dan anaknya berangkat dan mendatangi kampus IPDN di Bandung. Sementara terdakwa yang saat itu berada di Tanjungpinang, meminta korban dan anaknya untuk menunggu arahan.

Setelah menunggu di Kampus IPDN, Terdakwa menyatakan, jika anaknya untuk sekarang tidak bisa masuk, tetapi harus menunggu saat siswa IPDN telah mengikuti pendidikan dasar di Akpol dan kembali ke barak, baru anak korban akan disisipkan.

Namun hingga 2 bulan kemudian, anak korban tetap tidak bisa masuk IPDN. Atas kejadian itu, selanjutnya korban merasa kesal dan melaporkan terdakwa ke Polisi dengan laporan penipuan atas apa yang dijanjikan Terdakwa tidak bisa direalisasikan.

Atas laporan itu, Polres Tanjungpinang menetapkan ASN Pemko Tanjungpinang Vina Saktiani sebagai tersangka penipuan .

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Comments
Loading...