Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jaksa Banding Vonis Ringan Hakim PN Terhadap Terdakwa ASN Penipu ke PT Pekanbaru

Sidang Terdakwa ASN Penipu Vina Satiani dituntut 3 tahun Oleh Jaksa Hakim PN Bonus 1 tahun 4 bulan hukuman Vina

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang-  Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menyatakan banding putusan ringan 22 bulan penjara, terdakwa ASN Vina Saktiani ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Sudiharjo mengajukan, upaya banding putusan terdakwa ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru Riau akan disampaikan sebelum 7 hari waktu ditentukan Pengadilan.

“Kami mengajukan Banding atas Putusan Terdakwa Vinna Saktiani itu ke PT Riau,” ujar Sudiharjo pada Media ini, Kamis (25/11/2021).

Alasan banding Kejaksaan sendiri, dikatakan akibat ringanya hukuman yang dijatuhkan Hakim pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Tanjungpinang penipu itu, hingga tidak sesuai dengan 3 tahun tuntutan yang diajukan Jaksa.

Sebelumnya diberitakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tanjungpinang penipu terdakwa Vinna Saktiani, hanya dihukum 1 tahun dan 10 bulan (22 bulan) penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang.

Putusan terdakwa kasus penipuan calo masuk IPDN ini, dijatuhkan Hakim Boy Syailendra didampingi Hakim Risbarita Manurung dan Sacral Ritonga di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Dalam putusan, Hakim menyatakan, terdakwa terbukti melakukan penipuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum sebagaimana dakwaan primair melanggar pasal 378 KUHP.

Namun atas tuntutan Jaksa menghukum terdakwa selama 3 Tahun, Hakim menyatakan tidak setuju dan menjatuhkan putusan hukuman 22 bulan Penjara.

Hukuman ini lebih ringan 1 tahun 2 bulan dari tuntutan Jaksa, yang sebelumnya menuntut terdakwa Vina Saktiani dengan hukuman 3 tahun penjara.

Sebelumnya, terdakwa Vina Saktiani menipu anggota DPRD Bintan, dengan modus sebagai calo, yang bisa memasukan anak anggota DPRD Bintan itu ke sekolah Kedinasan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) uang Pengurusan Rp300 juta.

Atas tawaran itu, Tarmizi menyetujui dan menyerahkan uang pengurusan Rp300 juta kepada terdakwa. Namun ketika anak korban mengikuti Ujian Teknis Kemampuan Dasar (TKD) di Tanjungpinang, anak anggota DPRD Bintan itu dinyatakan tidak lulus.

Selanjutnya, terdakwa kembali menjanjikan kalau anak korban bisa diluluskan lewat jalur belakang setelah mengikuti pelantikan siswa. Saat itu, terdakwa meminta agar korban dan anaknya berangkat ke Bandung menemui seseorang di kampus IPDN.

Atas arahan itu, korban dan anaknya berangkat dan mendatangi kampus IPDN di Bandung. Sementara terdakwa yang saat itu berada di Tanjungpinang, meminta korban dan anaknya untuk menunggu arahan.

Setelah menunggu di Kampus IPDN, Terdakwa menyatakan, jika anaknya untuk sekarang tidak bisa masuk, tetapi harus menunggu saat siswa IPDN telah mengikuti pendidikan dasar di Akpol dan kembali ke barak, baru anak korban akan disisipkan.

Namun hingga 2 bulan kemudian, anak korban tetap tidak bisa masuk IPDN. Atas kejadian itu, selanjutnya korban merasa kesal dan melaporkan terdakwa ke Polisi dengan laporan penipuan atas apa yang dijanjikan Terdakwa tidak bisa direalisasikan.

Atas laporan itu, Polres Tanjungpinang menetapkan ASN Pemko Tanjungpinang Vina Saktiani sebagai tersangka penipuan

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...