Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Rahma Sebut Talk Show Harmonisasi Pertemuan Meluapkan Kerinduan

*Weni Ingatkan Rahma Jangan Jadikan Agama Alat Berpolitik

Wali kota Hj.Rahma dan Ketua DPRD kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni saat menhadir takshow Harmonisasi Kampung Kite di Aula Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Kamis (25/11/2021).( Foto:Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Walikota Tanjungpinang Rahma, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan Talk Show Harmonisasi Kampung Kite yang diselenggarakan Forum Masyarakat Peduli Tanjungpinang (FKMPT).

Sebab, lebih kurang dua tahun Tanjungpinang berjuang melawan pandemi, sehingga kegiatan berkumpul sangat dibatasi.

“Tentu dengan adanya kegiatan ini, merupakan tempat meluapkan kerinduan yang tidak dapat kita tunaikan selama ini, untuk dapat duduk seperti ini tentu harus memenuhi syarat Tanjungpinang bebas dari COVID-19,” kata Rahma di aula Kejaksaan negeri Tanjungpinang, Kamis (25/11/2021).

Rahma mengatakan, semenjak pandemi COVID-19, sendi kehidupan berubah total, mulai dari silaturahmi yang sangat terbatas dan aktivitas sehari-hari harus jaga jarak. Selain itu, situasi ini juga menjadi tantangan berat untuk kepala daerah dalam menjalankan visi dan misinya.

“Hari ini saya sebagai seorang pemimpin belum begitu banyak bisa berbuat. Karena kondisi ini tidak kita awali dengan persiapan. Mudah-mudahan ini memacu adrenalin kami untuk bisa maksimal mengejar waktu menjelang masa jabatan berakhir 2023,” ujar Rahma.

Dalam kesempatan itu, walikota pengganti almarhum Syahrul ini, juga memohon dukungan semua pihak untuk bersama-sama membangun Tanjungpinang.

Kepada FKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat Rahma juga mengucapkan terimakasih, yang telah sama-sama berjuang sehingga Tanjungpinang zero kasus aktif COVID-19.

“Saya juga tidak anti kritik, tentu saya sangat menyadari saya terpilih menjadi pemimpin bukan karena saya terhebat.Tetapi terpilih karena ada proses, sesuai aturan dan sesuai dengan takdir.” ujarnya.

“Saya adalah orang biasa yang tidak terlepas salah dan khilaf dan saya dan sangat menghargai atas terlaksana kegiatan pada pagi hari ini,” ujarnya lagi.

Tepis Perseteruan DPRD dan Wali Kota

Sementara itu, Ketua DPRD Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni mengatakan, Sebagai unsur pimpinan daerah, memiliki kapasitas, tugas dan fungsi masing-masing sesuai dengan koridor aturan yang mengatur.
Dan DPRD kota Tanjungpinang, tetap berkomitmen bersama-sama bergotong royong membangun kota Tanjungpinang kearah yang lebih baik. Sesuai dengan tugas fungsinya, DPRD tidak mungkin melepaskan tupoksinya khususnya dalam fungsi pengawasan.

Weni juga menepis adanya perseteruan antara DPRD dan Pemerintah kota Tanjungpinang. Karena, sampai saat ini Tim Banggar DPRD juga terus bekerja melakukan pembahasan APBD 2022 kota Tanjungpinang.

“Saya selalu ditanya, siapa guru besar saya dalam politik ya suami saya, disitu pun menjalani roda bersama,” kata Weni.

Weni Ingatkan Rahma Jangan Jadikan Agama Alat Berpolitik

Selain menepis adanya perseteruan dirinya di DPRD dengan walikota Rahma. Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD kota Tanjungpinang ini juga menyatakan agar menjadikan Agama sebagai dasar dan pondasi berpolitik atau dalam kehidupan.

“Kepada Bu Risma selaku Walikota kita, saya dulu pernah menyampaikan, jadikan Agama menjadi dasar pondasi berpolitik atau dalam kehidupan. Jangan jadikan agama alat berpolitik atau alat menjalani kehidupan ini,” kata Weni.

Weni juga mengatakan, sejak awal 2000 menjalani Politik di Kota Tanjungpinang, beryukur masih tetap bisa konsisten untuk tidak saling menjatuhkan dan menzalimi lawan politik.

“Dulu ketika buk Rahma masuk di PDI Perjuangan, beliau merupakan adek buk Weni dan anak didik Buk Weni,” ujarnya.

Ketika itu lanjutnya, Weni selalu mengatakan kepada Rahma, bahwa menyelesaikan masalah bukan dengan air mata, tapi selesaikan dengan jalan kebenaran.

“Ini yang terjadi hari ini, saya hanya ingin dengan kawan-kawan di DPRD sama sekali tidak tahu, bahwa diluar sana ada isu konflik,” jelasnya.

Kepada khalayak yang hadir, Weni juga menegaskan antara legislatif dan eksekutif di kota Tanjungpinang tidak ada konflik.

“Kami hanya menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan mekanisme aturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia,” pungkasnya.

Talk Show Harmonisasi Kampung Kite ini diselenggarakan Forum Masyarakat Peduli Tanjungpinang (FKMPT). Selain dihadiri wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma dan Ketua DPRD kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni juga hadir, Kapolres Tanjungpinang, Ketua LAM Provinsi Kepri, Tokoh Agama, Ketua parpol, serta Forum Masyarakat Peduli Tanjungpinang (FKMPT) yang terdiri dari lintas Tokoh Masyarakat, OKP, LSM dan tamu undangan lainya.    

Ketua FKMPT Syaiful, mengatakan Talk Show yang dilakukan di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang itu, bertujuan, agar para pemimpin kota Tanjungpinang itu harmonis dan damai serta sama-sama membangun kota Tanjungpinang.

Penulis:Roland/Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...