Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ini Aturan PPKM Level 3 Inmendagri Untuk Perayaan Natal 2021

Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Rutin Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 melalui video conference baru-baru ini. (Foto: Istimewa/Puspen Kemendagri).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah pusat secara resmi mengeluarkan aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021-2022 di Indonesia.

Aturan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 yang mulai berlaku sejak 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022.

Melalui Insktruksi pengetatan PPKM itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berharap, akan bisa mencegah ancaman gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia.

Inmendagri ini juga menitik beratkan pada mekanisme pelaksanaan ibadah peringatan Natal. Kemudian Pengaturan tepat-tempat Keramaian seperti pusat perbelanjaan, lokasi pariwisata pada saat liburan Tahun Baru.

Berikut aturan PPKM level 3 dalam pelaksanaan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal 2021

Dalam kegiatan Misa Natal, Gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.

Pada pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga.

Perayaan natal juga disarankan diselenggarakan secara hybrid, yaitu secara berjamaah/kolektif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja.

Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara berjamaah/kolektif, tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas total gereja.

Pada penyelenggaraan ibadah dan perayaan Natal, Pengurus dan pengelola gereja wajib menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja.

Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area gereja. Menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari gereja, Serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk ke Gereja.

Selain itu, juga harus mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk (entrance) dan pintu keluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar gereja. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak satu meter.

Kemudian melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak.

Penulis:Ismail
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...