Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Gubernur Kepri Tepis Isu Pemberian Uang Untuk Dapat Penghargaan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Kepala daerah lainya saat menerima Pengharagaan dari Stasiun TV Nasional (Foto:Istmewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menepis isu, Pemprov Kepri membayar sejumlah uang kepada pihak Televisi dan panitia untuk mendapatkan penghargaan POTY di Metro TV dan anugerah Indonesia Award di INews.

Ansar menegaskan, issu tersebut tidak benar dan berharap isu seperti Itu tidak berkembang di tengah masyarakat.
Karena, menurutnya, informasi yang tidak benar itu sama sekali tidak mendidik, tidak membangun dan bahkan tidak mencerminkan sikap dan sifat masyarakat Melayu yang selalu mengedepankan kesantunan dalam bertutur dan bertindak.
“Jangan sampai isu kurang baik yang berkembang di internal kecil masyarakat kita tersebut mencederai perasaan banyak pihak. Kita sama-sama menjaga nama tim penilai dan penyelenggara, saya yakin mereka semua memiliki integritas yang tinggi dan tidak segampang itu mengobral integritasnya hanya untuk sejumlah rupiah. Dan saya tegaskan, kita memang tidak melakukan hal seperti itu,” tegas Ansar.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihak panitia sudah  jauh hari menghubungi Pemprov Kepri melalui undangan resmi. Namun, tidak langsung serta merta diumumkan sebagai penerima penghargaan.
Tapi, masih ada proses seleksi dan eliminasi secara bertahap melalui tim penilai yang sangat kompeten dengan bidang keilmuannya.
Dalam undangan itu juga disebutkan total Dewan Juri untuk penilaian anugerah POTY sebanyak 7 orang. Terdiri dari Don Bosco Selamun selaku Presiden Direktur Metro TV, Arief Suditomo selaku Pemimpin Redaksi Metro TV, Kania Sutisnawinata CEO medcom.id.
Disamping itu ada nama Prof. Dr. Eko Prasojo selaku Guru Besar FISIP UI, Prof. Dr. Arif Satria Rektor IPB Bogor, Prof. Dr. dr Hari Kusnanto Epidemiolog UGM Yogyakarta, dan Hariyadi Sukamdani Ketua Umum APINDO.
Sebagaimana diketahui, Gubernur Ansar Ahmad dan para penerima anugerah lainnya telah melewati tahap demi tahap seleksi penjaringan yang dilakukan oleh 7 orang tim penilai untuk 34 Provinsi se Indonesia. Diawali dengan tahap babak 16 besar, kemudian berhasil lolos ke babak 8 besar dan dilanjutkan ke babak 5 besar, hingga akhirnya dipilih 3 Gubernur terbaik.
“Mari kita selalu berfikir positif menanggapi apapun yang sedang terjadi. Agar pikiran kita lapang sehingga ada ruang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi yang kita miliki. Selalu saya sampaikan, mari kita bekerja dan jangan fokus pada apresiasi sehingga mengabaikan kualitas hasil. Tapi fokuslah bekerja untuk menjaga kualitas hasil, insya Allah apresiasi akan mengiringi,” pungkas Ansar.
Penulis :Ismail
Editor   :Redaksi
Comments
Loading...