Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terlibat Sindikat Mafia Tanah, Polres Bintan Tahan Staf BPIP Inisial Ih 

Kapolres Bintan AKBP. Tidar Wulung Dahono didampingi Kasat Reskrim Polreds Bintan AKP.Dwi Harmoko saat gelar Persrilis penetapan 13 tersangka Mafia Tanah di Bintan. (Foto:Hasura/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Satreskrim Polres Bintan menetapkan staf Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bintan inisial Ih sebagai tersangka mafia tanah.

Atas penetapan itu tersangka itu, saat ini Ih bersama belasan tersangka lainya dijebloskan ke sel tahanan Polres Bintan.
Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko Wiroseno, mengatakan Ih ditetapkan sebagai tersangka mafia tanah karena turut menerbitkan surat lahan diatas lahan milik orang lain saat menjabat sebagai Pj.Kades Bintan Buyu.

“Waktu itu, Ih ini menjabat sebagai Pj.Kades Bintan Buyu. Sekarang dia menjabat sebagai Staf BPIP di Jakarta,” ujar Dwihatmoko di Mako Polres Bintan kemarin.

Sebelumnya lanjut Dwhatmoko, Ih sudah pernah diperiksaan sebagai saksi. Kemudian setelah memperoleh keteranganya,  Ih pun memenuhi unsur keterlibatan dalam kasus mafia tanah di Bintan itu dan ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik Polres Bintan, juga telah melayangkan surat panggilan pertama kepada Ih sebagai tersangka sebelumnya ke Jakarta. Namun atas panggilan pertama itu Ih tidak menggubris.

Selanjutnya, penyidik kembali melayangkan surat panggilan kedua dan  akhirnya Ih yang merupakan alumni IPDN ini, memenuhi pemanggilan itu.

Namun setelah Ih diperiksa, Penyidik Polres Bintan langsung melakukan penahanan pada tersangka Ih.

“Setelah diperiksa tadi, kita lakukan upaya penahanan sebagai tersangka,” jelasnya.

Penyidik Polres juga mengatakan, Keterlibatan Ih sebagai tersangka dalam kasus mafia tanah dengan modus pemalsuan surat itu, karena Ih bersama pelaku lainnya yaitu Sd, Ak, Ma  serta H secara bersama-sama melakukan pemalsuan surat lahan seluas 14 Ha di atas lahan milik orang lain.

“Akibatnya perbuatan masing-masing tersangka, lahan milik korban jadi bermasalah karena tumpang tindih sehingga korban tidak dapat meningkatkan status surat tanah ke sertifikat,” ujarnya.

Dalam kasus ini, tersangka Ss, Ak, Ma dan H sebelumnya juga sudah dilakukan penahanan bersama tersangka mafia tanah lainnya.

Penulis :Hasura
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...