Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Buruh Batam Demo Gubernur Kepri Minta UMK Batam Disahkan Rp.4,5 juta

Tuntut Kenaikan UMK Batam Rp.4,5 juta, ratusan Buruh Batam melakukan aksi Demo di Kantor Gubernur Provinsi Kepri

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Batam, menuntut Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2022 sebesar Rp 4,5 juta kepada Gubernur Kepulauan Riau.

Koordinator lapangan Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Batam Suprapto, mengatakan kedatangan mereka ke kantor Gubernur Kepri itu adalah untuk meminta Gubernur Kepri menyetujui UMK Batam 2022 sebesar Rp.4,5 juta atau naik sebesar 7 persen atau Rp.280 ribu dari UMK sebelumnya.

Suprapto menyebutkan pembahasan UMK Batam yang sebelumnya sudah dilakukan dengan Pemerintah Kota Batam dan pihak pengusaha di Batam, sebelumnya tidak menemukan titik Temu, hingga terdapat dua usulan dari Buruh dan Pengusaha.

Selain itu, Buruh juga mengatakan, pada 25 November 2021 Mahkamah Konstitusi sudah mengeluarkan putusan UU 11 tahun 2020 atau UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang menyatakan UU Tersebut cacat hukum.

“Pemerintah tidak boleh mengeluarkan aturan-aturan di bawahnya, kami mensinyalir Gubernur akan mengetuk upah ini pada hari ini ataupun besok,” paparnya pada media.

Ia menegaskan kalau gubernur tetap mengeluarkan SK tersebut, maka gubernur tidak menganggap buruh sebagai warganya dan rakyatnya yang harus dilindungi.

Sebab lanjutnya, sejak Gubernur Ansar dilantik, buruh sudah melayangkan surat silaturahmi untuk berdiskusi dengan pengurus Serikat Buruh, tetapi permintaan Buruh tersebut dikatakan tidak pernah ditanggapi.

“Kami sangat-sangat kecewa terhadap Gubernur Kepri, Karena Gubernur ini bukan Gubernur Dompak, tetapi kami (Buruh) juga harus dilindungi,” jelasnya.

Suprapto menegaskan, jika Gubernur tidak mau menemui ribuan buruh, pihaknya mengancam, akan menduduki kantor Gubernur sampai besok.

“Kalau Gubernur tidak mau merespon tuntutan Buruh, Jangan salahkan buruh dan para pekerja di seluruh Kepri akan melakukan mogok massal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri Mangara Simarmata dan pihak kantor gubernur Kepri belum memberi tanggapan dengan aksi dan tuntutan ratusan buru dari Batam ini.

Hingga berita ini, diunggah aksi ratusan buruh di kantor Gubernur Kepri di Dompak itu masih terus berlangsung.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Comments
Loading...