Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Demo Gubernur, Buruh Tuding Kepala Daerah di Kepri dan Batam Tidak Peduli Kenaikan Harga Barang

Tuntut Kenaikan UMK Batam Rp.4,5 juta, ratusan Buruh Batam melakukan aksi Demo di Kantor Gubernur Provinsi Kepri

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Ratusan Buruh Batam menuding pemerintah provinsi Kepri dan Wali kota Batam tidak peduli dengan kenaikan sejumlah bahan pokok serta sembako saat ini dipasaran.

Pekerja yang gajinya pas-pasan dikatakan Buruh dianggap orang kaya, yang mampu membeli bahan makanan walaupun harga mahal dan sangat tinggi.

Hingga menurut Buruh, pertumbuhan ekonomi saat ini di Kepri tidak ada premium (Stagnan) tetapi harganya Pertalite atau (Meningkat), dengan indikator meroketnya harga sembako dan bahan pokok saat ini di pasar.

“Kita (Buruh) dianggap orang kaya, Minyak Goreng dari Rp11 ribu saat ini menjadi Rp17 ribu naik 40 persen, apakah pemerintah peduli dengan hal ini tidak ada kan,” jelas buruh dalam orasi demonya di kantor Gubernur Kepri, Senin, (29/11/2021).

Bukan hanya Minyak Goreng, Harga beras, dan sembako lainnya saat ini juga melonjak Tinggi.

“Sementara Pejabat Provinsi dan Pejabat Pemko Batam tidur nyenyak makan gaji dan tunjangan setiap bulan, Buruh dapat apa..?,” sebutan orator lainya.

Buruh juga meminta Pemerintah, agar jangan berlindung dalam situasi dan kondisi Pandemi Covid-19, karena kenyataanya industri selama ini terus berjalan dan mengalami peningkatan.

Atas dasar itu, Buruh melalui Koordinator lapangan Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Batam Suprapto  meminta kepada Gubernur untuk mengeluarkan SK UMK 2021 walaupun tinggal sebulan lagi.

Sebab katanya, UMK tahun lalu yang digugat Buruh ke PTUN Tanjungpinang di Batam juga memenangkan buruh. Dan saat itu Gubernur Kepri mengajukan banding di PTUN Medan, Putusan Banding PTUN Medan juga memenangkan buruh.

“Atas dasar itu, kenaikan UMK 2021 ini juga menjadi kebijakan Buruh untuk dipertimbangkan Gubernur dalam mengeluarkan SK baru terkait UMK Kota Batam 2021 yang seharusnya naik sebesar Rp120 ribu tetapi hanya dinaikan Rp20 ribu.

“UMK saat ini Rp4.150.000 seharusnya 4.250.000 masih Ngutang Rp100 ribu,” pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, ribuan buruh berasal dari Kota Batam masih menggelar demo didepan kantor Gubernur Dompak.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...