Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kasus Kematian Dua Anggota Genpi di Wisata Mangrove Ekang Anculai Segera Disidangkan

*Pengelola Jadi Tersangka, Kadis Pariwisata Bintan Lepas Tangan      

Petugas dari Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban yang tenggelam di Wisata Mangrove Ekang. (Foto: Istimewa/SAR Tanjungpinang).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kasus kematian dua anggota Genpi dalam kegiatan tour promosikan wisata mangrove dinas Pariwisata Bintan dengan tersangka I Wayan Santika akan segera disidang di PN Tanjungpinang Rabu 1 Desember 2021 mendatang.

Terdakwa I Wayan Santika sebagai Pengelola ekowisata Ekang Mangrove Park Desa Ekang Anculai, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus laka laut ini, karena diduga melakukan kesalahan atau kealpaan yang menyebabkan orang lain meninggal.

Sementara Kepala dinas Pariwisata Bintan Wan Rudi Iskandar yang saat itu turut serta dan menjadi penanggung jawab kegiatan tour promosikan wisata mangrove dinas Pariwisata Bintan Melenggang dan hanya dijadikan sebagai saksi.

Dari data SIPP PN Tanjungpinang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yustus Onesimus Parlindungan SH melimpahkan berkas perkara laka laut tenggelam dan meninggalnya dua anggota Genpi almarhum Wahyu Indra Rianti dan Benny Irianto, itu ke PN Tanjungpinang dengan Perkara nomor 70/Pid.B/2021/PN Tpg.

Dalam uraian perkara, Kejadian naas laka laut pada Minggu 5 September 2021 itu, diawali dengan kegiatan Kepala dinas Pariwisata Bintan Wan Rudi Iskandar bersama dengan belasan anggota Komunitas Genpi mengadakan kegiatan tour mangrove pengambilan foto dan video untuk mempromosikan wisata mangrove di Ekang Mangrove Park Desa Ekang Anculai-Bintan.

Sebagai penanggung jawab dan ikut serta, saat itu Kepala dinas Pariwisata Wan Rudi Iskandar berkoordinasi dengan tersangka I Wayan Santika selaku pengurus di Ekang Mangrove Park untuk mempersiapkan seluruh yang dibutuhkan.

Selanjutnya sekira pukul 10.00 WIB rombongan Wan Rudi Iskandar yang akan melaksanakan kegiatan tour mangrove, tiba di desa wisata ekang dan berangkat ke ekowisata Ekang Mangrove Park menggunakan dua perahu.

Satu kapal berukuran kecil warna ungu, ditumpangi almarhum Wahyu Indra Rianto, Aprizal dan Riau Efendi alias Rio selaku pengemudi.

Sedangkan satu perahu besar warna putih yang ditumpangi oleh Wan Rudi Iskandar, Helada Resmi Sari, Milyanwati, Desrin, Velta Melin dan Leonardo bersama almarhum Benny Irianto dikemudikan tersangka I Wayan Santika.

Kemudian di tengah hutan mangrove, terjadi perpindahan penumpang kapal yaitu Aprizal yang semula berada di kapal kecil, berpindah ke kapal besar, dan almarhum Benny yang sebelumnya di kapal besar berpindah ke kapal kecil.

Namun saat melakukan pengambilan foto dan video di kawasan Ekang Mangrove Park, dari atas 2 (dua) kapal yang dipersiapkan I Wayan, tidak semua penumpang menggunakan life jacket karena life jacket yang tersedia pada kapal yang dipersiapkan oleh Terdakwa tidak mencukupi jumlah penumpang.

Pengemudi kapal serta para peserta tour, juga pada saat itu membuka life jacket saat melakukan pengambilan gambar.

Setelah 2 jam pengambilan dokumentasi di Ekang Mangrove Par itu, Kemudian Wan Rudy memerintahkan I Wayan Santika dan peserta tour lainnya untuk kembali ke darat, karena masih ada kegiatan selanjutnya.

Dengan perintah itu, kapal kecil warna ungu yang saat itu di kemudikan Riau Efendi berbalik arah. Sedangkan kapal yang besar warna putih yang dikemudikan Tersangka I Wayan melanjutkan mengikuti alur sungai.

Tidak lama kemudian kedua kapal bertemu lagi. Saat itu kapal kecil menunggu sambil berjalan pelan. Selanjutnya pada saat berjumpa, I Wayan Santika yang saat itu membawa kapal yang ditumpangi Wan Rudy dan rombongan menambah kecepatan untuk mendahului kapal kecil yang dikemudikan Riau Efendi.

Akibat kecepatan kapal yang dibawa tersangka I Wayan, menimbulkan gelombang dan menyebabkan kapal kecil yang dikemudikan Riau Efendi menjadi kehilangan keseimbangan dan tenggelam.

Atas kejadian itu, tiga penumpang di kapal kecil almarhum Wahyu Indra Rianto, Benni Irianti dan Riau Efendi alias Rio selaku Pengemudi tenggelam.

Selanjutnya setelah mengetahui bahwa kapal yang dikemudikan oleh Riau Efendi tenggelam, I Wayan sempat memundurkan kapal yang dikemudikannya dengan maksud memberikan pertolongan.

Namun pada saat itu hanya Riau Efendi yang berhasil diselamatkan dan di naik ke kapal besar. Sementara korban Wahyu Indra Rianto, Benni Irianti menjadi korban dan meninggal.

Atas meninggalnya dua penumpang kapal tersebut, I Wayan ditetapkan sebagai tersangka karena akibat mengemudikan Kapal-nya yang mengakibatkan kapal ke tiga korban tenggelam.

Selain itu I Wayan selaku pengurus di Ekang Mangrove Park tidak membuat Plang Peringatan wajib menggunakan alat keselamatan/life jacket selama berada di kapal atau area pelabuhan.

Atas Kejadian ini I Wayan disangka melanggar Pasal 359 KUHPidana. Sidang perkara ini akan digelar pada 1 Desember 2021 mendatang.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi 

Comments
Loading...