Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Dugaan Korupsi Dana Penanganan Covid-19 Bintan Masuk Penyidikan, Calon Tersangka Akan Ditetapkan

*Kejari Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Insentif Nakes di Bintan  

Kepala Kejaksaan negeri Bintan I Wayan Riana dan Kasipidsus Kejari Bintan, Fajrian saat menyampaikan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana Covid-19 di Bintan.

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kejaksaan Negeri Kejari Bintan menaikan status kasus dugaan korupsi dana penanganan Covid-19 Bintan untuk dana insentif tenaga kesehatan (nakes) ke penyidikan.

Dengan penyidikan yang dilakukan, dalam waktu dekat Jaksa akan segera menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi yang merugikan negara ratusan juta rupiah itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan, I Wayan Riana, mengatakan dalam penyelidikan awal, tim penyidik tindak pidana khusus (pidsus) kejaksaan telah memeriksa 18 orang saksi. Kemudian dilanjutkan dengan memeriksa 10 orang lagi.

“Jadi total yang kita periksa sudah 28 orang. Itu sudah termasuk kepala puskesmasnya,” ujar I Wayan di kantornya Jalan Raya Tanjung Uban, Km 16, Toapaya, Senin (29/11/2021).

Selanjutnya, dari hasil gelar perkara penyelidikan, disimpulkan bahwa telah ditemukan peristiwa Pidana yang merugikan negara dalam kasus dugaan korupsi dana penanganan Covid untuk insentif Nakes di Bintan tersebut.

Atas temuan itu, penyidik Kejaksaan menaikan perkara dugaan korupsi itu ke Penyidikan.

“Dengan naiknya kasus ini ke penyidikan, penyidik akan kembali memanggil dan memeriksa seluruh pihak, guna mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam (calon tersangka-red) dalam perkara ini. Apakah ada yang memerintahkan untuk membuat data fiktif untuk mendapatkan dana itu atau dilakukan bersama-sama sesuai kesepakatan,” ujarnya.

Dengan data fiktif itu, Jaksa juga menemukan penyelewengan atau kerugian negara sebesar Rp 100 juta dari total Rp 500 juta yang dikucurkan selama 2 tahun. Yaitu pada 2020 sebesar Rp 250 juta lebih dan 2021 sebesar Rp 250 juta lebih.

“Mengenai siapa tersangka dan yang bertanggung jawab, Nanti hasil penyidikan akan kami sampaikan,” ujarnya.

Di Tempat  terpisah Kepala UPTD Puskesmas Sei Lekop, dr.Zailendra Permana, membenarkan jika kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap nakes di puskesmas ini.

“Benar mas. Udah terbit diberita,” kata Zailendra, kemarin.

Ditanya apakah pihaknya sepakat bersama nakes untuk melakukan pembuatan data fiktif demi mendapatkan dana insentif tersebut?

“Tidak, masih proses dimintai keterangan,” tutupnya.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Comments
Loading...