Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Polres Bintan Tangkap Bandar Narkoba di Wilayah Hukum Polres Tanjungpinang

*Sebanyak 1,6 Kg Sabu dan 1.437 Butir Pil Ekstasi Diamankan

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono menunjukkan butik Narkotika yang diamankan. (Foto : Hasura/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Satreskoba Polres Bintan membekuk Bandar dan pengedar Narkoba Tanjungpinang inisial Jk. Selain membekuk pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) 1 kilogram Narkoba jenis Sabu dan 1.437 Butir Pil Ekstasi.

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono, mengatakan Tersangka Jk alias Apek ditangkap Satnarkoba Polres Bintan di kediamannya Jalan Gudang Minyak Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang pada 20 November 2021 lalu.

“Dari tangan pelaku, Kita mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1.649,96 gram atau 1,6 Kg, Kemudian 199 butir ekstasi dan happy five sebanyak 1.238 butir,” ujarnya di Mako Polres Bintan Jumat (3/12/2021).

Penangkapan bandar dan kurir narkoba di wilayah hukum Polres Tanjungpinang ini sebut Kapolres, dilakukan atas laporan warga pada 20 November sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Hal itu didasarkan adanya kencurigaan akan dilakukanya transaksi narkoba jenis sabu di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.

“Atas informasi itu, anggota kita melakukan penyelidikan. Lalu didapati ciri-ciri seperti pelaku berada di Tanjungpinang. kemuidan dilakukan pengejaran,” ujarnya,

Selang satu jam atau sekitar pukul 3.50 WIB, anggota Polisi Bintan melakukan penyelidikan dan mengetahui terduga pelaku yang akan mengantarkan Barang Narkoba tersebut berada di kediaman jalan Gudang Minyak Kelurahan Tanjung Unggat-Bukit Bestari Tanjungpinang.

“Kemudian terhadap pelaku dilakukan penangkapan. Anggota juga melakukan penggeledahan di kediaman Pelaku,” jelasnya.

Dari penggeledahan yang dilakukan, didapati 1 paket besar sabu dibungkus plastik bening dan kertas koran, 10 paket sedang sabu dibungkus plastik,1 paket kecil sabu dibungkus plastik bening.

“Selain itu, juga ditemukan pil ekstasi berjumlah 199 butir warna merah putih, 124 papan warna coklat silver berisikan 1.238 butir happy five,” Jelasnya.

Selain barang bukti sabu dan pil ekstasi, dalam penggeledahan itu, anggota Polisi juga mengamankan 1 tas plastik warna merah jambu, 1 unit timbangan digital merek Pocket Scale warna hitam, 1 tas plastik merek Gucci, 1 buah gunting, 4 plastik bening, 2 plastik bekas bungkus narkotika, Hp merek Nokia seri 105 dan 1 kotak coklat merek Reebok.

Menurut Tidar, pelaku merupakan residivis kasus narkoba juga dan sudah pernah divonis penjara 5 tahun 1 bulan pada 2015 lalu. Namun sempat mendapat remisi dan bebas pada 2018 lalu.

“Dari pengakuan Pelaku, Dia sempat bekerja sebagai wiraswasta dan 2021 pelaku menganggur kemudian beraksi lagi,” ujarnya.

Akibat melakukan penjualan narkoba pelaku dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara serta denda Rp 100 juta.

“Kita masih melakukan penyelidikan guna mencari tau asal usul barang. Sebab diketahui narkotika ini berasal dari luar,” ucapnya.

Tidar juga menyebutkan, dengan diamankannya pelaku Narkoba ini, sekaligus dapat menyelamatkan 6.285 jiwa penguna.

Sementara itu, Tersangka Jl mengaku, tidak mengetahui pemilik asli narkotika jenis sabu dan ekstasi serta happy five miliknya tersebut. Karena, selama ini, dirinya tidak melakukan transaksi secara tatap muka.

“Barang itu diletakan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Lalu saya ambil disana,” katanya.

Ia mengungkapkan, tiga jenis narkotika tersebut dibawanya ke rumah dan disembunyikan di dalam lemari. Kemudian akan dijual kepada pengguna narkotika yang berada di Pulau Bintan.

Dia menuturkan, Narkotika yang ada dimilikinya tersebut tidak dibeli secara kontan, melainkan jika berhasil menjualnya dia akan mendapatkan upah sebesar Rp30 juta.

“Kalau ada yang laku, duitnya akan saya transfer. Dari penjualan seluruhnya saya dapat bagian Rp30 juta,” sebutnya.

Jatah hasil penjualan narkotika sebesar Rp30 juta itu, akan digunakan dia untuk biayai hidup istri dan kedua anaknya. Namun sebelum niat pelaku ini tercapai, polisi sudah mengetahui dan menangkapnya.

“Istri tidak tau kalau saya jual narkoba. Sekarang saya sungguh menyesal,” tutupnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Comments
Loading...