Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pemerintah Pusat Pangkas Kebijakan Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri

*Pastikan Omicron di Indonesia Terkendali

Perketat Pengamanan, Ratusan PMI dan WNA dari
Malaysia dan Singapura diperiksa Tim Satgasus Kepri di Pelabuhan Internasional Batam Center Batam. (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Pemerintah pusat memangkas kebijakan masa karantina bagi pelaku perjalanan ke luar negeri. Yang sebelumnya 14 hari menjadi 10 hari, kemudian yang sebelumnya 10 hari menjadi 7 hari.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan Indonesia sudah sangat siap dalam menghadapi penyebaran Varian Omicron. Terlebih, situasi saat ini sudah terkendali dan kondusif.

“Kesiapan kita menghadapi Omicron ini, saya kira sudah sangat terkendali tetapi tetap dengan hati-hati. Mulai dari vaksinasi terus digencarkan, kedua, obat-obat juga sudah disiapkan, rumah sakit disiapkan. Semua yang dibutuhkan kita sudah siapkan, jadi jauh lebih siap,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/1/2022).

Dengan melihat perkembangan angka yang ada, Menko Luhut menyebutkan bahwa situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia terus membaik. Bahkan, selama dua hari yakni tanggal 26 Desember 2021 dan 2 Januari 2022 tidak ada kasus kematian yang diakibatkan oleh Covid-19.

Ia juga mengatakan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo ada beberapa hal yang diputuskan untuk mengantisipasi sekaligus meminimalisasi penyebaran Varian Omicron.

“Tadi diputuskan karantina yang 14 hari menjadi 10 hari dan 10 hari menjadi 7 hari. Kemudian Omicron memang sudah berkembang ke 132 negara dan kita ada di ranking 40,” sebut Menko Luhut.

Sedangkan di Indonesia, dia menyebutkan bahwa jumlah kasus Omicron sekarang ada 152. Sementara, yang sudah sembuh 23 persen dari situ. Jadi angka ini memang masih kita lihat cukup baik dibandingkan yang lain

Selain itu, lanjut Luhut, vaksinasi, obat-obatan, dan rumah sakit pemerintah juga telah menyiapkan para dokter atau tenaga kesehatan dalam menghadapi varian Covid-19 terbaru.

Lebih lanjut, soal fasilitas karantina, juga telah disiapkan dengan matang sehingga kondisinya jauh lebih baik dan siap.

“Jadi saya ingin sampaikan, mohon teman-teman sadar kita tidak bisa memberikan diskresi (pelonggaran) kebanyakan lagi karena kita hanya mengacu kepada SE Satgas yang ada saja, karena kalau tidak kita tidak disiplin,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah kasus Omicron di dunia mengalami peningkatan. Data terbaru saat ini kasus konfirmasi sebanyak 408.000, naik dari minggu lalu yakni 184.000 di seluruh dunia.

“Negara yang sudah terdeteksi ada omicron naik dari 115 negara minggu lalu menjadi 132 negara. Paling banyak sekarang ada di daerah Eropa, Inggris dan Amerika, itu semuanya di atas 20.000 kasus, Afrika Selatan sendiri sudah turun ke angka 1.800-an,” kata Menkes dalam kesempatan yang sama.

Untuk jumlah kasus tertinggi di wilayah Asia Tenggara, Menkes Budi menyebutkan posisinya dipegang oleh Singapura dengan 1.600 kasus, Thailand 1.500 kasus, dan Indonesia ada di posisi 40 (ranking dunia) jumlahnya per hari ini 152.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...