Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jadi Saksi Korupsi Apri, Syamsul Bahrum Mengaku Pernah Terima Dana Dari Mardiah dan Umar Saleh

Sekretaris DK-FTZ Kepri Syamsul Bahrum Saat diperiksa sebagai saksi atas terdakwa Apri Sujadi dan M.Saleh Umar

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sekretaris Dewan Kawasan (DK) Free Trade Zone (FTZ) Syamsul Bahrum, mengakui pernah memperoleh sejumlah dana dari mantan Ketua BP.Kawasan Bintan Mardiah dan Plt Ketua BP.Kawasan terdakwa M.Umar Saleh.

Pemberian dana itu, diakui Syamsul Bahrum saat menjadi saksi terdakwa Apri Sujadi dan M.Umar Saleh dalam dugaan korupsi pengaturan kuota rokok dan mikol di BP Kawasan Bintan di PN Tipikor Tanjungpinang Kamis (6/1/2022).

Dana yang diperoleh, kata Pejabat Eselon II Provinsi Kepri ini diberikan dan diantarkan langsung oleh staf Umar Saleh, untuk pengurusan Permit ke Jakarta untuk berangkat ke luar negeri.

Selain Umar Saleh, Syamsul Bahrum mengatakan, Mardiah mantan Ketua BP.Kawasan Bintan sebelumnya, juga pernah memberi bantuan dana kepadanya.

“Mardiah juga pernah bantu, saat beberapa kali mau berangkat ke luar negeri. Dana itu digunakan untuk staf berangkat,” kata Syamsul Bahrum menjawab pertanyaan Jaksa KPK dan Majelis Hakim, sidang korupsi pengaturan kuota Rokok dan Mikol dengan terdakwa Apri Sujadi dan M.Saleh Umar di PN Tanjungpinang, Kamis (6/1/2022).

Bantuan dana Rp 5 juta saat rombongan FTZ Kepri Mau keluar negeri itu, diakui Syamsul Bahrum diterima dari staf BP.Kawasan Bintan bernama Zulkifli.

Namun pejabat DK dan Provinsi Kepri ini, membantah kalau dana yang diterima tersebut berkaitan dengan penetapan kuota Rokok dan Mikol ke DK-FTZ atau di BP.Kawasan.

Sementara mengenai tugasnya sebagai Sekretaris DK-FTZ, dikatakan Syamsul, hanya melakukan koordinasi, Join kerjasama dan serta penanaman investasi dari luar negeri di BP Kawasan yang memiliki insentif Fiskal.

Hakim Bingung Melihat Kebijakan DK dan BP.Kawasan Bintan Abu-Abu

Sementara itu, Majelis Hakim PN Tanjungpinang yang memeriksa perkara dugaan korupsi penetapan kuota Rokok dan Mikol terdakwa Apri Sujadi dan M.Umar Saleh mengaku bingung atas kebijakan abu-abu dan tidak adanya pengawasan Dewan Kawasan FTZ ke BP.Kawasan Bintan.

“Bagaimana saudara saksi yang sudah 8 tahun jadi Sekretaris DK-FTZ, tetapi tidak Paham dan mengetahui adanya Peraturan yang mengatur. Kalau melihat, lembaga BPK FTZ ini seperti Abu-abu yah,” ujar Hakim Riska Widiana saat bertanya kepada Syamsul Bahrum.

Hal itu dikatakan Hakim setelah sebelumnya, Syamsul Bahrum mengaku tidak pernah melakukan pengawasan dan monitoring ke BP.Kawasan Bintan atas penetapan kuota rokok dan Mikol di BP.Kawasan Bintan dan diakui Syamsul, hanya mengurusi administratif dan penggunaan dana keuangan di DK-FTZ.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Comments
Loading...