Kasus Covid Omicron Indonesia 414 kasus, Kebanyakan Dari PPLN Luar Negeri

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta (Foto:BPMI Setpres/Rusman)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Pemerintah terus mengamati peningkatan deteksi atau surveilans jumlah kasus Omicron di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 414 orang.

Dari jumlah itu, warga yang terkonfirmasi Positif Covid Omicron kebanyak pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang baru tiba di tanah air.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dengan data itu, peningkatan positivity rate kasus Omicron di Indonesia kebanyakan dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan transmisi lokal.

Hal itu diketahui dari monitoring dan pengamatan yang dilakukan Pemerintah melalui deteksi atau surveilans jumlah kasus Omicron terutama dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang tiba di tanah air.

“Positivity rate untuk kedatangan luar negeri adalah sebanyak 13 persen, jauh di atas positivity rate transmisi lokal yang 0,2 persen. Jadi positivity rate kedatangan dari luar negeri 65 kali lebih tinggi dibandingkan dengan positivity rate transmisi lokal. Ini memperkuat hipotesis kami bahwa sebagian besar dari kasus positif yang terjadi saat ini disebabkan oleh kedatangan luar negeri,” kata Budi dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (10/01/2022), di Kantor Presiden, Jakarta.

Menkes memaparkan, saat ini kasus konfirmasi varian Omicron di Indonesia sudah mencapai 414 kasus yang mayoritas adalah dari pelaku perjalanan luar negeri. Sebagian besar dari pelaku perjalanan tersebut datang dari negara Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Terkait kondisi pasien konfirmasi Omicron, Budi menyampaikan bahwa hanya dua orang pasien yang berkategori sedang atau membutuhkan perawatan dengan oksigen. Kedua pasien tersebut, masing-masing berusia 58 tahun dan 47 tahun, memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“(Sebanyak) 114 orang atau sekitar 26 persen sudah sembuh, termasuk yang dua orang tadi yang masuk kategori sedang dan membutuhkan perawatan oksigen, sehingga mereka bisa kembali ke rumah. Jadi kesimpulannya, memang walaupun Omicron ini cepat transmisinya tapi relatif lebih ringan dari severity atau keparahannya,” ujarnya.

Dalam keterangan persnya, Menkes juga memaparkan mengenai capaian vaksinasi nasional yang saat ini berada di urutan ke-4 dunia berdasarkan jumlah penduduk yang divaksin.

“Kita bisa menembus angka 169 juta rakyat Indonesia yang sudah divaksinasi dosis pertama, melampaui Brazil yang 166 juta. Kita ada di bawah Cina 1,2 miliar, India 880 juta, dan Amerika Serikat 246 juta,” ungkapnya.

Budi menyampaikan, hingga  9 Januari cakupan vaksinasi nasional mencapai 288 juta dosis dengan hampir seluruh provinsi telah mencapai target minimal 70 persen dosis pertama.

“Tinggal ada lima provinsi lagi yang belum mencapai 70 persen suntik pertama, adalah Sumatra Barat, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua,” ujarnya.

Menutup keterangan persnya, Menkes menekankan agar masyarakat tidak usah panik namun tetap waspada dalam menghadapi varian Omicron.

“Kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dan pengalaman menunjukkan bahwa walaupun naiknya cepat tapi gelombang Omicron ini juga turunnya pun cepat. Yang penting jangan lupa jaga proyek (protokol kesehatan), disiplin juga melakukan surveilans, dan yang paling penting percepat vaksinasi rekan-rekan kita, keluarga kita yang belum mendapatkan vaksinasi,” pungkasnya.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.