Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terbukti Kendalikan Kurir Sabu Dari Lapas, Napi Narkotika Tanjungpinang Divonis 13 Tahun

Sidang Online Napi Lapas Narkotika Tanungpinang terdakwa Kanage Rajan Murugesan, divonis 13 Tahun penjara karena terbukti kendalikan kurir Sabu dari Lapas (Foto?Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Tanjungpinang, terdakwa Kanage Rajan Murugesan kembali dihukum 15 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan atas kejahatan peredaran Narkoba yang dilakukan.

Napi Lapas Narkotika Tanjungpinang ini, kembali divonis Hakim bersalah karena menjadi “operator pengendali” Kurir Narkoba dari Lapas.

Putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Boy Syailendra didampingi Hakim anggota Novarina Manurung dan Syaiful di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (12/1/2022).

Dalam putusan, Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I sebagaimana dakwaan pertama Jaksa Penuntut Umum, Pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 Ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama 15 tahun, dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan,” kata Hakim Boy.

Sedangkan barang-bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 3 paket besar dengan berat 3.036 gram atau 3 Kilogram bersama satu unit handphone, dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan ini, lebih ringan 5 tahun dari Tuntutan Jaksa yang sebelumnya agar Majelis Hakim menghukum terdakwa 18 Tahun, denda Rp 6 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan itu, Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya menyatakan Pikir.Pikir, demikian juga Jaksa Penuntut Umum.

Napi Lapas Narkotika Terdakwa Kanage Rajan Murugesan, Ditetapkan BNN Kepri sebagai tersangka, setelah sebelumnya BNN menangkap sejumlah jaringan nya di Luar Lapas.

Penangkapan sindikat Narkoba Internasional ini, berawal pada saat dihubungi oleh Raj Warga Negara Malaysia untuk menyuruh mengambil narkoba jenis sabu-sabu, Dengan upah 10 ribu ringgit Malaysia atau sebesar Rp 33 juta per kilogram.

Selanjutnya terdakwa Kanage menemui terdakwa Hambali (Dituntut secara terpisah) yang saat itu sama-sama di dalam Lapas Narkotika Tanjungpinang.

Kepada Hambali, Kanage bertanya apakah ada temannya di luar Lapas yang bisa mengambil narkoba yang dijawab Hambai “Ada”. Atas tawaran itu, selanjutnya Hambali meminta terdakwa Icuk (jugad dituntut secara terpisah) untuk mencari orang mengambil narkoba sabu-sabu itu di daerah Out Port Limited (OPL) atau Perbatasan Laut Indonesia Malaysia.

Selanjutnya, terdakwa Icuk menghubungi terdakwa Erlin (Dituntut terpisah) untuk mengambil barang narkoba tersebut di OPL dengan imbalan Rp 12 juta. Selanjutnya, Erlin mengambil Narkoba yang disimpan dalam Kemasan Jerigen tersebut di Jalan dekat Restaurant Rasa Kabupaten Bintan.

Namun pada saat di perjalanan pulang menggunakan mobil, terdakwa Erlin diberhentikan anggota BNN Kepri. Dan saat digeledah ditemukan satu buah jerigen yang didalamnya terdapat 3 paket besar narkoba Sabu dibungkus dengan plastik, dengan beratnya 3 kilogram.

Atas penangkapan ini, selanjutnya Erlan memberi tahu sindikat jaringannya yang dikendalikan Kanage, Hambali dan Icuk dari Lapas Narkotika Tanjungpinang.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...