Anggota BP.Kawasan Bintan Resteuli Terima Dana Rp 10 Juta Dari PT.Tirta Anugrah Sukses

Anggota BP.Kawasan Bintan Resteuli Saat menjadi saksi atas Korupsi Terdakwa Apri Sujadi dan M.Saleh Umar di PN Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penerimaan dana dari sejumlah pihak atas pengaturan kuota REokok dan Minuman Beralkohil (Mikol) 2016-2018 di BP.Kawasan Bintan ternyata juga dilakukan anggota II BP.Kawasan Bintan Resteuli Napitupulu.

Anggota II BP.Kawasan Bintan Bidang Perizinan ini mengaku, menerima Rp 10 juta dana tersebut dari distributor rokok PT.Tirta Anugrah Sukses.

Hal itu diakui Resteuli saat diperiksa sebagai dalam dugaan korupsi pengaturan kuota rokok dan Mikol dengan terdakwa Apri Sujadi dan M.Umar Saleh di Pengadilan Negeri (PN ) Tipikor Tanjungpinang, Kamis (13/1/2022).

Ristauli mengatakan, uang senilai Rp 10 juta itu diterima melalui Yono anak buah Ganda Tua Sihombing pemasok Minuman Beralkohol (Mikol) PT.Tirta Anugrah Sukses yang mendapat kuota dari BP. Bintan.

“Uang Rp10 juta itu tidak dari dia (Ganda Tua Sihombing) tetapi dari Yono anggotanya. Saya sebetulnya tidak meminta tapi dikasih,” ujar Risteuli membela.

Namun ketika saksi ditanya hakim kapan dan dimana uang tersebut  diserahkan, Resteuli mengaku lupa.

Kemudian ketika diingatkan Jaksa Penuntut KPK apakah di Rumah Makan Bujang di daerah Busung Bintan atau Kedai Kopi Batu 10, Saksi membantah dan mengatakan kalau uang yang diterimanya dilakukan secara bertahap.

“Tidak pernah ketemu disitu dan Rp10 juta itu tidak sekaligus terima,” katanya.

Selain dana Rp 10 juta yang diterima dari Yono, Jaksa KPK juga mempertanyakan pemberian dana Rp800 ribu dari CV.Tristar Bintan. Atas pertanyaan itu, saksi Resteuli mengaku menerima Rp 800 ribu dari perusahaan tersebut yang diserahkan oleh Agus sebagai perwakilan perusahaan.

“Ada saya terima untuk saya sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, Mantan Kepala BP.Kawasan Bintan Maridah dan Sekretaris Dewan Kawasan (DK) FTZ Batam, Bintan dan Karimun (BBK) Syamsul Bahrum juga mengaku pernah menerima dana.

Dalam dakwaan Jaksa KPK, korupsi pengaturan kuota peredaran barang kena cukai berupa Rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018 dilakukan terdakwa Apri Sujadi dan M.Saleh Umar dengan melanggar sejumlah aturan.

Sejumlah aturan yang dilanggar itu adalah Undang Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Kemudian Peraturan Presiden RI Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 47/PMK.04/2012, dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 120/PMK.04/2017.

Artas pelanggaran ini, Terdakwa Apri dan M.Umar Saleh disangka KPK melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.