Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Dipanggil Polisi, Mantan Kadispora Kepri M.Yuzed Mengaku Sakit Kepala

Yuzed sambil tertidur menunggu panggilan Penyidik Polda Kepri Di Satreskrim Polres Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Dipanggil penyidik Polda atas dugaan korupsi dana Hibah Rp 4.7 Miliar. Mantan Kepala dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri M.Yuzed mengaku sakit kepala.

Hal itu dikatakan Yuzed pada sejumlah Media di Satreskrim Polres Tanjungpinang, guna memenuhi panggilan penyidik Polda, Jumat (14/1/2022).

Kepada Media, Yuzed juga mengaku datang memenuhi panggilan penyidik Polda setelah Habis Jumat-an.

Dengan menggunakan baju batik lengan panjang bercorak biru, hitam, kuning dan putih, Mantan Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri ini, sempat duduk menunggu panggilan penyidik Polda Kepri untuk diperiksa.

Saat dikonfirmasi, Yuzed mengaku, dipanggil penyidik Polda Kepri dan akan diperiksa. Namun saat ditanya wartawan terkait perkara apa dirinya dipanggil penyidik Polda, tiba-tiba Yuzed mengaku sedang sakit kepala.

“Tanya ke penyidik, saya lagi sakit ini,” ujarnya sambil memegang bagian kepalanya dan memejamkan mata, duduk bersandar di dinding ruang tunggu Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Selanjutnya, setelah kurang lebih setengah jam, atau sekitar pukul 14.30 WIB, Yuzed baru dipanggil Penyidik Polda dan masuk kedalam ruangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk diperiksa.

Hingga saat ini, Yuzed bersama dengan sejumlah pejabat Provinsi Kepri lainnya, terlihat masih menjalani pemeriksaan di ruangan Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Sebelumnya, Polda Kepri telah meningkatkan proses hukum dugaan korupsi Rp 4.7 Miliar dana Hibah APBD Kepri 2020 di dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri ke Penyidikan.

Peningkatan proses hukum penyidikan dugaan korupsi ini, ditandai dengan Pengiriman 6 SPDP atau Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Polda Kepri ke Kejaksaan Tinggi Kepri atas Nama terlapor As, Ms, Mi, Sp, Mk dan Tw.

Surat SPDP 6 terlapor dugaan korupsi penyalahgunaan dana Hibah Bansos APBD 2020 itu, diterima Kejaksaan Tinggi Kepri dari Penyidik Polda pada Kamis (6/1/2022) kemarin.

Ke 6 terlapor dalam SPDP Polda, disangka melanggar pasal 2 ayat (1) Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 Jo UU nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, penggunaan Rp 87 Miliar dana Hibah provinsi Kepri tahun 2020 menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan provinsi Kepri. Atas temuan itu, Dirkrimsus Polda Kepri melakukan Penyelidikan.

Dalam temuan BPK, terdapat kelemahan pengelolaan dan pertanggungjawaban Belanja Hibah Provinsi Kepri di APBD 2020. Hal itu terjadi akibat tidak dilakukannya verifikasi atas substansi dan fakta proposal dan laporan pertanggungjawaban hibah yang diberikan.

Sejumlah kelemahan itu diakibatkan tidak adanya dibentuk tim evaluasi proposal hibah di Dispora Kepri. Verifikasi proposal juga hanya dilakukan atas kelengkapan administrasi sementara laporan pertanggungjawaban penggunaan tidak dipertimbangkan dalam pencairan dana Hibah.

Akibatnya, Rp 4,7 Miliar belanja hibah APBD 2020 Provinsi Kepri yang disalurkan dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, kepada 31 orang yang mengajukan Proposal diduga disalahgunakan oleh 19 orang pengurus berbagai Organisasi, perkumpulan dan yayasan penerima.

Ke 19 orang pengurus berbagai Organisasi, Perkumpulan dan Yayasan yang dapat kucuran dana hibah ini, juga bukan merupakan pengurus atau panitia dari cabang olahraga atau turnamen yang dipertandingkan.

Selain itu, ke 19 orang penerima ratusan juta dana hibah APBD Kepri itu juga tampil sebagai wasit, juri dan bahkan juara dalam berbagai pertandingan dan lomba dan turnamen yang diselenggarakan dengan dana hibah APBD Kepri 2020 itu.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Comments
Loading...