Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Alfeni Mengaku Dapat 3.150 Dollar Singapura Dari Pengaturan Kuota Rokok dan Mikol di BP.Kawasan

Alfeni Harmi ( Baju Batik Merah ) dan Yurioskandar ( kemeja abu-abu) saat meninggalkan ruangan persidangan.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Staf Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Bintan Alfeni Harmi, terima 3.150 Dolar Singapura dari terdakwa M.Saleh Plt.Kepala BP.Kawasan Bintan.

“Saya tidak pernah menerima uang dari distributor yang saya tahu ada jatah,” kata Alfeni saat diperiksa sebagai saksi atas dugaan korupsi Apri Sujadi dan M.Saleh Umar di PN Tipikor Tanjungpinang, Kamis (13/1/2022) lalu.

Alfeni juga mengaku pernah diberikan ini rezeki dari terdakwa M.Saleh sebanyak 4.150 ribu dolar Singapura tetapi keesokan harinya diminta untuk dikembalikan.

“Selanjutnya, saya diberi kembali 3.150 dolar Singapura saya terima,” Tambahnya.

Kata terdakwa M.Saleh, lanjut Alfeni, uang itu adalah titipan terdakwa Apri Sujadi untuk berbelanja saat berada di Jakarta.

“Tetapi uang 3.150 dolar Singapura itu sudah saya kembalikan ke penyidik KPK,” sebutnya.

Sebelumnya, Jaksa KPK mendakwa Dua terdakwa pengaturan kuota Rokok dan Minuman beralkohol (Mikol) Non Cukai yang dikeluarkan BP.Kawasan Bintan 2016-2018, Apri Sujadi dan M.Saleh Umar dengan dakwaan berlapis.

Kedua terdakwa dinyatakan menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam pengaturan kuota Rokok dan Mikol 2016-2018 di BP.Kawasan Bintan, hingga merugikan keuangan negara Rp 425.950 Miliar lebih.

Dalam dakwaannya, Jaksa KPK menyatakan terdakwa Apri Sujadi bersama-sama dengan M.Saleh Umar sebagai Plt.Kepala BP. Kawasan Bintan, melakukan beberapa perbuatan kejahatan melawan hukum dalam pengaturan peredaran barang kena cukai berupa Rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016 sampai dengan 2018.

Atas perbuatannya, terdakwa Apri Sujadi dan M.Saleh Umar didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 Pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dalam dakwaan Subsider. Dan Dakwaan Primer, melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP, Jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Comments
Loading...