Bintan Dilanda Karhutla, Pemkab Minta Bantuan TNI dan Polri

Plt.Bupati Bintan Roby Kurniawan saat diwawancara wartawan.

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kabupaten Bintan terus dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam sepekan tiga kebakaran Hutan dan Lahan terjadi dan meludeskan 2 hektar lebih lahan.

Bencana kebakaran ini, diduga terjadi akibat ulah sengaja yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, serta cuaca ekstrim angin kencang yang saat ini terjadi.

Atas kejadian ini, Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan meminta bantuan TNI dan Polri, untuk menangani kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi.

“Dalam satu Minggu ini ada tiga kali karhutla di Kecamatan Bintan Timur. Dalam bencana itu meludeskan 2 Hektar (Ha) lahan oleh karena itu kami meminta bantuan TNI dan Polri,” ujar Roby, kemarin.

Kepada masyarakat, Roby juga menghimbau agar berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran hutan dimusim pancaroba saat ini.

Masyarakat lanjutnya, juga harus mengambil peran, dan selalu sigap melaporkan pada pihak berwajib. Begitu juga lurah dan camat untuk proaktif menyampaikan masalah ini.

“Masalah ini harus mendapat perhatian penuh seluruh pihak. Dihimbau juga kepada masyarakat untuk selalu waspada dan cepat melaporkan jika terjadi karhutla,” jelasnya.

Roby juga mengingatkan kepada siapapun agar tidak membuka tempat usaha atau lainnya dengan cara membakar lahan. Apalagi saat ini cuaca panas dan derupan angin sangat kencang. Kondisi ini sangat berpotensi memicu karhutla yang besar dan mengancam keamanan daerah.

“Ingat kalau sengaja membakar lahan apalagi sampai terjadi kebakaran yang besar dapat dipidana,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono, mengatakan bahwa saat ini sudah beberapa kali terjadinya karhutla. Meskipun belum diketahui penyebabnya dan juga tidak ada korban jiwa namun menimbulkan kerugian negara serta membahayakan jiwa dan materi.

“Bhabinkamtibmas selaku garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus berperan aktif memberikan himbauan kepada masyarakat agar membuka lahan tidak dengan cara membakar,” sebutnya.

Apabila nantinya didapati ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar dapat dijerat dengan melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancamannya adalah dipidana dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 10 miliar.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri namun perlu kerjasama dengan stakeholder lainnya untuk mengantisipasi masalah kebakaran karhutla tersebut. Jika ada yang menemukan atau adanya kejadian kebakaran sesegera mungkin menginformasikan ke polisi,” ucapnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.