Hakim ke Luar Kota, PN Tanjungpinang Tunda Sidang Apri dan Umar Saleh

Terdakwa Apri Sujadi saat menyimak dan menghadiri sidang secara Online berama pengacaranya di Jakarta (Foto:Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pengadilan Negeri Tanjungpinang menunda sidang pemeriksaan korupsi pengaturan kuota rokok dan Minuman beralkohol (Mikol) di BP.Kawasan Bintan dengan terdakwa Apri Sujadi dan M.Saleh Umar.

Humas PN Tanjungpinang M.Sacral Ritonga, mengatakan penundaan sidang kedua terdakwa dalam kasus korupsi itu dilakukan karena Ketua Majelis Hakimnya sedang melaksanakan tugas diluar kota.

“Persidangannya ditunda tanggal 2 dan 3 Februari 2022 mendatang, Karena Ketua Majelis (KM) -nya sekaligus sebagai Wakil Ketua PN Tanjungpinang sedang dinas keluar kota,” jelas Sacral Rabu (19/2/2022).

Sedianya, sesuai dengan agenda sidang yang ditetapkan Ketua Majelis Hakim  Riska Widiana minggu lalu, Sidang korupsi dugaan pengaturan Kuota Rokok dan Mikol yang disidik KPK ini, akan dilangsungkan pada Rabu-Kamis (19-20/2/2022) ini.

Sacral juga mengatakan persidangan kasus dugaan korupsi pengaturan Kuota rokok di BP.Kawasan Bintan itu agendanya masih memeriksa dan mendengarkan keterangan saksi. Proses sidang dilaksanakan dengan terbuka secara virtual.

Sidang dugaan korupsi pengaturan kuota rokok dan Mikol di BP.Kawasan Bintan 2016-2018 ini, menjadi atensi dan menarik perhatian masyarakat Kepri, karena melibatkan sejumlah pejabat sebagai penrrima Kuota Rokok dan Mikol, Bahkan menerima suap dari sejumlah pengusaha atas pengaturan dan pemberian kuota Rokok dan Mikol oleh BP.Kawasan Bintan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa Apri Sujadi bersama-sama dengan M.Saleh Umar sebagai Plt.Kepala BP.Kawasan Bintan, melakukan tindak pidana korupsi menyalahgunakan kewenangannya, untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam pengaturan peredaran barang kena cukai berupa Rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018.

Atas perbuatan nya Jaksa KPK mendakwa Apri Sujadi dengan dakwaan Subsider melanggar pasal 2 ayat 1 Pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Dalam Dakwaan Primer, Jaksa juga menjerat Terdakwa Apri Sujadi dengan dakwaan Primer melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP, Jo pasal 65 ayat 1 KUHP..

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi 

Leave A Reply

Your email address will not be published.