Sebanyak 1.071 PMI di Batam Jalani Karantina, Pasien Covid di RSKI Tinggal 44 Orang

*Brigjen TNI Jimmy PMI Tidak Perlu Khawatir Jalani Karantina

K

Ketua Tim Satgas Penanganan Pemulangan PMI Kepri saat memberi arahan Ke PMI yang menjalani Karantina di di Batam.

PRESMEDIA.ID, Batam – Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Kepri Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, meminta PMI yang tiba dari luar negeri ke Batam, mengikuti prosedur yang ditetapkan Pemerintah dan tidak perlu khawatir saat melaksanakan Karantina.

“Bagi PMI yang datang ke Indonesia diharapkan mengikuti prosedur (Karantina), tidak perlu merasa cemas ataupun khawatir dalam mengikuti kebijakan tersebut karena pemerintah sudah menyiapkan fasilitas untuk karantina bahkan menambah titik-titik lokasi untuk menjalani masa karantina itu,” kata Jimmy malui rilis yang dikirimkan ke Media, Sabtu (22/1/2022).

Sementara menurut Kepala Penerangan Korem 033/WP Mayor Inf Reza Fahlevi, mengatakan hingga saat ini sebanyak 1.071 orang PMI yang baru tiba dari luar negeri di Batam, masih menjalani karantina baik dari fasilitas pemerintah maupun karantina mandiri.

Dari data tersebut di Rusun Pemkot Batam Tanjunguncang sebanyak 261 orang, Rusun BP Batam Tanjunguncang sebanyak 71 orang dan di Rusun Pemkot Putra Jaya Nihil, dan Asrama Haji 396 Orang.

“Sedangkan yang melaksanakan karantina mandiri (Hotel yang telah di tetapkan) sebanyak 270 Orang dan Selter P4TKI Batam Kota sebanyak 29 Orang,” ujarnya.

Sedangkan jumlah Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) pulau Galang karena positif Covid, saat ini ada sebanyak 44 Orang.

Dan jika dibandingkan dengan data Pasien sebelumnya jumlah Pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini mengalami penurunan.

“Seluruh pasien Covid termasuk pasien varian Omicron di RSKI Galang, saat ini dirawat dan dilayani dengan baik oleh Satgas. Harapan kita varian baru virus tersebut, tidak bertransmisi dan kita berhasil mengunci dan menjaganya di pintu kedatangan,” kata Reza.

Ketua Satgassus lanjutnya, juga terus menekan pada seluruh anggota Tim, agar terus berupaya mencegah penularan COVID-19 pada masyarakat dengan lebih menggencarkan tes baik melalui whole genome sequencing (WGS) maupun S-gene target failure (SGTF) untuk melakukan skrining.

Selain itu pemantauan terhadap setiap pintu masuk kedatangan pelabuhan juga terus diperketat.

Kepada seluruh pelaku perjalanan juga diminta, agar tetap menaati peraturan yang diberlakukan, sekaligus menjalankan protokol kesehatan dengan lebih disiplin lagi.

“Ini tugas kita bersama. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan himbauan kepada pelaku perjalanan untuk tetap mengikuti prosedur ini,” tegas Reza.

Penulis: Redaksi
Editor. :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.