Kapal PMI Illegal Dari Bintan Kembali Tenggelam di Malaysia, 5 Orang Dikabarkan Meninggal, Satu Warga Tanjungpinang

Sejumlah Jasad Korban PMI tenggelam di Malaysia dievakuasi petugas Malaysia ke darat sebelum dibawa ke Rumah sakit. (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kapal Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara ilegal, kembali tenggelam di perairan teluk Ramunia Sungai Rengit Johor Bahru, Malaysia pada Jumat (21/1/2022) waktu setempat.

Dari 27 penumpang PMI dan Tekong, Dua orang adalah warga Kampung Bugis kota Tanjungpinang yang ikut berangkat secara Ilegal ke negara Jiran Malaysia itu.

Ke dua warga Tanjungpinang itu adalah Anita dan Fatmawati, Warga Rt 03/RW 01 Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Kepala seksi perlindungan PMI BP2MI Tanjungpinang Darman Sagala, membenarkan kejadian tenggelamnya kapal PMI ilegal di Malaysia itu. Dan berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 27 korban, diantaranya 25 orang PMI dan 2 orang diduga tekong.

“Mereka berangkat dari pelabuhan ilegal di Bintan, Informasinya tempat berangkatnya dari kawasan Wisata Gurun Pasir Kawasan Busung Bintan,” jelasnya Sabtu (22/1/2022).

Disinggung mengenai asal dan identitas masing-masing PMI, Darman belum menjelaskan, Namun Ia membenarkan dari 27 orang korban PMI itu, dua orang adalah warga Kota Tanjungpinang.

“Dua orang warga Tanjungpinang,” singkatnya.

Sementar itu, Ketua RT03/RW 01 Kelurahan Kampung Bugis kota Tanjungpinang Ariansyah, juga membenarkan dua warganya itu ikut jadi korban kapal tenggelam rombongan PMI di Malaysia itu. Kejadian itu diketahui dari keluarga korban pada Jumat siang.

“Dua warga Tanjungpinang dari Kampung Bugis ini ada di dalam kapal itu,” kata Ariansyah pada wartawan Sabtu (22/1/2022).

Dua warga yang ikut sebagai PMI di kapal naas itu lanjut Ariansyah, adalah bernama Anita dan Fatmawati.

“Informasi dari pihak keluarga, warga atas nama Anita dikatakan meninggal. Sedangkan satu lagi atas nama Fatmawati selamat, tetapi Fatmawati ini bukan warga RT3 sini,” katanya.

Saat ini lanjutnya, keluarga PMI itu masih berduka, rencananya Senin depan pihak keluarga mau ke BP2MI Tanjungpinang untuk mengetahui kronologis dan pemulangan jenazah korban.

Sementar itu Pandi adik PMI Anita juga membenarkan, satu dari PMI yang tenggelam itu adalah kakaknya.  Keluarganya mendapat informasi kakaknya ikut didalam kapal tenggelam itu dari Fatmawati, PMI yang ikut berangkat dengan kakaknya pada Jumat (21/1/2022). Setelah tahu kabar itu, pihak keluarga juga langsung menghubungi saudaranya di Malaysia. Hal itu juga dibenarkan.

“Kami juga dikirimi foto-foto. Satu dari korban meninggal dan wajahnya diblur adalah kakak kami. Hal itu kami tahu dari baju dan celana yang digunakan kakak saya,” ungkap Pandi sedih.

Sebelumnya kata Pandi, kakaknya itu mengaku berangkat ke Malaysia menemui Suaminya melalui jalur resmi dari Batam. Pihak keluarga sendiri, baru mengetahui Anita berangkat dengan jalur ilegal setelah mendapat kabar dari keluarga dan rekanya Fatmawati yang selamat.

Sebelum berangkat kenang Pandi, kakaknya itu juga pamit berangkat dari Batam pada Kamis (20/1/2022) maghrib. Dan sebelum Pandemi Covid, korban sebelumnya juga sering berangkat ke Malaysia untuk bekerja dan menemui suaminya dengan permit resmi.

Saat ini, lanjut Pandi, informasi yang diperoleh, bahwa jenazah kakaknya itu sedang berada dirumah sakit untuk dilakukan visum atau otopsi. Sementara pihak keluarga, juga belum mengetahui kapan jenazah almarhum kakaknya itu akan dipulangkan ke Tanjungpinang. Keluarga korban juga berencana akan menanyakan hal itu ke BP2MI Tanjungpinang, Senin pekan depan.

Penulis  :Roland
Editor    :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.