Susul Suami Melalui Jalur Ilegal ke Malaysia, PMI Korban Meninggal Anita Pamit dan Peluk Cium 4 Anaknya

Anak perempuan PMI Anita yang paling besar dan dewasa, menunjukan foto Ibunya korban tenggelam di Malaysia. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang-  Satu korban meninggal dari 27 Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal yang tenggelam di perairan Teluk Ramunia Sungai Rengit Johor Bahru Malaysia, adalah Anita (38) warga Kampung Bugis kota Tanjungpinang.

Wanita paruh baya ini, nekat berangkat melalu jalur illgeal ke Melaysia, untuk menyusul suaminya. Sementraa  4 orang anaknya, ditinggal  di Kampung Bugis kota Tanjungpinang.

Hal itu dilakukan korban setelah 2 tahun pandemi Covid-19 sudah tidak dapat bertemu dengan suaminya. Kepada keluarga dan 4 orang anaknya, Anita mengaku berangkat ke Malaysia dengan jalur resmi dari Batam.

Pihak keluarga, baru mengetahui Anita berangkat dengan jalur ilegal, setelah mendapat kabar dari keluarga dan rekanya Fatmawati korban tenggelam yang selamat di Malaysia.

Adik korban Pandi (35) mengatakan, Kakaknya itu pamit berangkat pada Kamis (20/1/2022) maghrib. Dan sebelum pandemi Covid, korban sebelumnya juga sering ke Malaysia untuk bekerja dan menemui suaminya dengan permit resmi.

Keluarga korban juga mengatakan, Anita sebelumnya juga telah menikah dengan warga negara Malaysia. Dari pernikahanya itu, korban dikaruniai 4 orang anak laki-laki dan perempuan.

Ke 4 orang anaknya, saat ini tinggal bersama neneknya di Kampung Bugis Tanjungpinang. Anak pertama koban juga sudah tamat SMA 2 tahun lalu, sedangkan anak keduaya kelas 3 SMA, keduanya adalah perempuan. Sedangkan anak ketiga dan ke 4 korban saat ini baru duduk di kelas 2 SMP dan kelas 1 SMP.

Ketika mau berangkat, lanjut Pandi, kakaknya itu sempat mencium dan memeluk anak-anaknya, demikian juga ibu dan bapaknya. Selain itu, Anita juga hanya membawa tas ransel yang isinya hanya baju sehelai.

“Biasanya kalau mau berangkat hanya berjabatan tangan saja. Tapi kemarin ini seperti sudah jadi tanda-tanda, Semua dipeluk saat mau pamit berangkat,” kata Pandi saat ditemui di kediamannya RW 1 RT 2 Nomor 9 Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota, Sabtu (22/1/2022).

Kepada adik dan keluarganya, Korban juga sempat berpesan, agar baju yang dibuat untuk acara pernikahan adiknya (Pandi-red) jangan dikasih orang jika sudah selesai dijahit.

Pandi mengakui, keluarganya mendapat informasi kakaknya meninggal pada peristiwa naas itu juga dari Fatmawati PMI yang ikut berangkat dengan kakaknya pada Jumat (21/1/2022) lalu.

Setelah tahu kabar itu, pihak keluarga langsung menghubungi saudaranya di Malaysia. Hal itu juga dibenarkan pihak keluarganya yang di Malaysia.

“Kami juga dikirimi foto-foto. Satu dari korban meninggal yang wajahnya diblur adalah kakak kami. Hal itu kami tahu dari baju dan celana yang digunakan kakak saya,” ungkap Pandi sedih.

Saat ini  lanjut Pandi, informasi yang diperoleh, jenazah kakaknya itu sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum atau otopsi. Sementara pihak keluarga belum mengetahui kapan jenazah almarhum kakaknya itu akan dipulangkan ke Tanjungpinang.

Keluarga Pandi juga berencana untuk menanyakan hal itu ke BP2MI Tanjungpinang, tetapi karena hari ini libur sehingga Senin pekan depan pihaknya ke BPeMI.

Selain itu, keluarga korban juga memngaku mendapati Paspor, KTP dan surat-surat Anita untuk bekerja sebagai TKI resmi, Ternyata juga ditinggalkan dirumah.

“Setelah kami check surat-suratnya semua tinggal. Biasanya kalau jalur resmi dia bekerja selama 3 sampai 4 bulan disana. Dia bersama suaminya di Malysia kerja di restoran,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala seksi perlindungan PMI BP2MI Tanjungpinang Darman Sagala, juga membenarkan kejadian tenggelamnya kapal PMI ilegal di Malaysia itu.

Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 27 korban, diantaranya 25 orang PMI dan 2 orang diduga tekong.

“Mereka berangkat dari pelabuhan ilegal di Bintan, Informasinya tempat berangkatnya dari kawasan Wisata Gurun Pasir Kawasan Busung Bintan,” jelasnya Sabtu (22/1/2022).

Disinggung mengenai asal dan identitas masing-masing PMI, Darman belum menjelaskan, Namun Ia membenarkan dari 27 orang korban PMI itu, dua orang adalah warga Kota Tanjungpinang.

“Dua orang warga Tanjungpinang,” singkatnya.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.