Tipu Rekanya Dengan Modus Investasi Dollar Rp8 M, Firman Didakwa Jaksa Pasal Berlapis

Kasus Penipuan dengan modus investasi dollar, Terdak Firman didakwa pasal berlapis oleh Jaksa di PN Tanjungpinang
Kasus Penipuan dengan modus investasi dollar, Terdak Firman didakwa pasal berlapis oleh Jaksa di PN Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa kasus penipuan tiga warga dengan modus investasi dollar Firman didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sari Lubis di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (23/3/2022).

Dalam dakwaan, Jaksa menyatakan, terdakwa melakukan penipuan dengan modus investasi Dollar Singapura selisih 150 sampai 200 poin, yang mengakibatkan kerugian tiga orang korban sebesar Rp8.017.200.000,-.

Jaksa mengatakan, kejadian berawal pada saat korban Tony Hartono ditawari terdakwa investasi Dollar Singapura murah dengan alasan memiliki banyak relasi Money Changer.

Atas ajakan terdakwa selanjutnya Tony mentransfer uangnya kepada terdakwa untuk membeli dollar Singapura. Namun saat itu korban tidak langsung mengambil uang dollar-nya, melainkan meminta terdakwa untuk mentransfer investasinya itu untuk pembayaran tagihan barang milik korban di Singapura.

Dari investasi itu awalnya tidak ada masalah, sehingga Tony mengajak teman-temannya korban Tri Widianto dan Erwanto untuk ikut berinvestasi membeli dollar Singapura.

“Uang yang ditransfer korban Tony dan Erwanto ke terdakwa dalam bentuk rupiah diambilnya, setelah itu ditukarkan ke Money Changer milik saksi Lukman PT.Sentosa Jaya Valasindo paman terdakwa,”kata Jaksa.

Karena Tony, Tri dan Erwanto percaya, selanjutnya terdakwa meminta dana yang disetor masing-masing korban menjadi uang persedian. Atas saran terdakwa itu, ketiga korban tidak keberatan.

Merasa aman disimpan terdakwa, ketiga korban akhirnya menyetor uang persediaan ke terdakwa Rp.8.017.200.000,-. Dari jumlah itu, korban Tony Rp 3,9 miliar, Erwanto sebesar 3,8 miliar dan Tri Rp200 juta.

Setelah mengirimkan uang persediaan tersebut, kemudian terdakwa kembali meyakinkan ke tiga korban, bahwa uang para korban yang disimpanya aman.

Agar korban tidak merasa curiga, Terdakwa juga selalu memberikan laporan bahwa pada 12 September 2021 total jumlah uang setoran ke tiga korban sudah mencapai Rp.9.954.694.000,-.

Namun secara tiba-tiba, korban Tony mendengar kabar, jika terdakwa dicari orang terkait jual beli dollar Singapura.

Pada waktu itu transaksi pembeliaan barang korban Erwanto di Singapura juga macet dan tidak terbayarkan, sehingga saksi Tony meminta uang persediaan miliknya bersama dengan korban lainnya ke terdakwa.

Namun atas permintaan itu, terdakwa mengakui bahwa uang tersebut tidak ada lagi. Kepada ketiga korban, terdakwa juga berjanji akan mengembalikan uang tersebut dengan cara mencicil.

Tetapi hingga korban Tony melaporkan kejadian itu ke Mapolres Tanjungpinang, terdakwa juga sampai saat ini tidak mengembalikan uang ketiga korban.

“Akibat perbuatan terdakwa ketiga korban mengalami kerugian sebesar Rp.8.017.200.000,” ujar jaksa.

Atas perbuatannya terdakwa didakwa melanggar pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dalam dakwaan pertama dan dakwaan kedua melanggar pasal 372 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya Diki tidak mengajukan eksepsi dan Majelis Hakim Boy Syailendra didampingi Hakim Anggota Novarina Manurung dan Topan menunda persidangan minggu mendatang dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.