Proses Hukum Kasus Penyeludupan Barang Kapal Kayu Asal Batam Masih “Mengendap” di BC Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Bintan – Proses hukum kasus dugaan penyeludupan barang yang dilakukan Kapal kayu dari Batam dan sebeleumnya ditangkap petugas Bea dan Cukai di Perairan Lobam-Bintan, hingga saat ini masih “mengendap” di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang.

Padahal, penangkapan dan penyidikan dugaan pelanggaran UU Pabean dan Cukai ini, sudah satu bulan dilakukan  penyidik Bea dan Cukai Tanjungpinang, Namun berkas perkaranya tak kunjung di limpah penyidik Bea dan Cukai Tipe Madya Tanjungpinang ke Kejaksaan fdan Pengadilan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi mengaku, belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kasus penangkapan kapal kayu dibintan itu.

“Belum ada SPDP kami terima, kami juga belum tahu seperti apa penyidikan terhadap kasus tersebut,” ujarnya saatdikonfrimasi Jumat (25/3/2022).

Saat ditanya apakah pihak penyidik Bea dan Cukai ada melakukan koordinasi dengen Kejaksaan, Fajrian menjelaskan jika pihaknya hanya bersifat menunggu agar tidak ada kesan intervensi terhadap kasus tersebut.

“Kami sifatnya menunggu, seharusnya memang setelah ditindak dan sidik BC diteruskan ke kejaksaan,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang serta Humas BC yang dikonfimasi dengan tindak lanjut penyidikan kasus Kepabeanan ini, belum memberi jawaban.

Sebelumnya diketahui, petugas KPPBC Tanjungpinang sebelumnya menangkap dan menegah kapal kayu bermuatan sejumlah barang illgeal tanpa dokumen Kepabeanan daridari Batam di perairan kawasan Lobam-Binta 18 Februari lalu.

Dari hasil pemeriksaan, Petugas Penyidikan dan Penindakan (P2) Bea Cukai Tanjungpinang menemukan, sejumlah barang campuran muatan Kapal yang dibawa dari kawasan bebas Batam menuju pelabuhan Sei Gentong Tanjunguban itu tanpa dokumen kepabeanan.

Penyidik P2 Bea dan Cukai selanjutnya, melakukan penyegelan dan penegahan terhadap sarana pengangkut dan barang diatasnya,Kapal dan Barang juga dibawa ke KPPBC TMP B Tanjungpinang.

Saat dibogkar di Hanggar KPPBC TMP B pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang terdapat puluhan kasur spring bed bertuliskan Bintang Cahaya Funiture.

Kemudian ada juga bantal dan sertapuluhan bungkusan kardus bertuliskan Protecting clothing for fire fighting Hongyie Suzhou Import and Eksport. Di beberapa kardus juga tertempel kertas putih bertuliskan Box 33 (KALTIM) DO# 00083.

Penyidik Bea dan Cukai dan Bea Tanjungpinang juga menyebut, Pemilik barang melanggar pasal 30 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Pasal tersebut berbunyi “Pemasukan barang ke Kawasan Pabean atau Tempat Lain dengan tujuan untuk dikeluarkan dari Kawasan Bebas sebagaimana dimaksud dalam pasal 28”.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi  

Leave A Reply

Your email address will not be published.