Mahasiswa Jadi Kurir Pil Ekstasi Karena Butuh Uang Kuliah

Dua saksi anggota BNN Kepri Yomi Andi Putra dan Rama Abrori diperiksa sebagai saksi Penangkap terdakwa Edi Adrianto di PN Tanjungpinang.
Dua saksi anggota BNN Kepri Yomi Andi Putra dan Rama Abrori diperiksa sebagai saksi Penangkap terdakwa Edi Adrianto di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terdakwa Edi Adrianto, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang. Mengaku nekat menjadi kurir (pengantar) narkoba pil ekstasi sebanyak 1.774 butir, karena butuh uang, untuk biaya skripsi kuliahnya.

Hal ini dikatakan saksi penangkap Yomi Andi Putra dan Rama Abrori dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri, pada sidang lanjutan terdakwa di Pengadilan  Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (29/3/2022).

Saksi Yomi Adi Putra mengatakan, bahwa terdakwa Edi Adrianto mengaku disuruh oleh abanga kandungnya, Eki Trianto yang saat ini menjadi Narapidana Narkoba di Lapas Kelas II A Tanjungpinang.

Terdakwa diiming-imingi imbalan sebesar Rp5 juta, tetapi belum diterima sebelum akhirnya tertangkap.

“Terdakwa juga mengaku, menjadi kurir karena butuh uang untuk biaya skripsi kuliahnya,” kata saksi.

Saat ini, Narapidana Eki Trianto, juga telah ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus yang sama.

Sementara saksi Rama Abrori mengatakan, penangkapan terdakwa Edi Adrianto dilakukan di Jalan Batu Naga KM.8 Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, pada pukul 18.00 WIB, Sabtu (23/10/2021) lalu.

Sebelum ditangkap, saksi dan rekanya melihat, terdakwa dengan menggunakan sepeda motor sedang berada lokasi dan langsung menangkapnya.

Kepada anggota BNN itu, terdakwa mengaku, telah melemparkan bungkus plastik yang didalamnya terdapat botol oli berisikan 1.490 butir pil ekstasi di bawah tiang listrik.

“Saat itu, terdakwa juga langsung menunjukan narkoba yang dilemparnya dan kami temukan di bawah tiang listrik,” jelasnya.

Dari penangkapan itu, selanjutnya anggota BNN Kepri membawa terdakwa ke rumahnya di Jalan Wonoyoso Gang Wonoyoso 2 Perumahan Wonoyoso Residence Blok A nomor 3 Tanjungpinang.

“Dari penggeledahan yang kami lakukan. Terdakwa menunjukan tempat penyimpanan 3 bungkus ekstasi di lipatan baju kamar terdakwa. Setiap bungkusnya berisi 176 dan 108 butir,” paparnya.

Terdakwa Edi Adrianto sebelumnya didakwa  Jaksa Penuntut Umum (JPU) melanggar pasal  114 ayat 3 Jo pasal 132 ayat 1 UU Republik Indonesia. Selanjutnya dakwaan kedua, melanggar pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU Republik Indonesia

Sidangan yang dipimpin Novarina Manurung dan Hakim Anggota Risbarita Simarangkir dan Justiar Ronald, akan kembali digelar pada minggu mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.