Agus Salim Siram Istri Dengan Air Panas Karena Kesal, Korban Selingkuh

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syafruddin Anwar  saat mengintrogasi pelaku di Polsek Tanjungpinang Timur (Roland/presmedia.id) 
Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syafruddin Anwar  saat mengintrogasi pelaku di Polsek Tanjungpinang Timur (Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Agus Salim, mengaku nekat menyiram istri dan anaknya korban D dengan air panas karena disulut api cemburu.

Pelaku juga menyebut istrinya yang sudah memiliki 2 orang anak selingkuh dan menjadi Pekerja Seks Komersil (PSK) di jalan Bintan Kota Tanjungpinang.

“Saya kesal karena dia (istrinya-red) sering selingkuh dan jadi lonte,” kata Agus sambil menyesali perbuatannya di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Jumat(1/4/2022).

Agus juga mengatakan, dengan pekerjaannya itu, istrinya disebut sering pulang hingga malam, yang mengakibatkan anaknya tidak terurus dan sakit.

“Saat itu dia datang dan mau membawa ke Puskesmas. Karena saya kesal langsung saya pakai air panas, yang saat itu mau buat kopi,” ujarnya.

Tetapi karena istrinya saat itu menepis, mengakibatkan anaknya turut terkena siram air panas dari tumpahan cekcok suami istri itu.

Akibat kejadian itu, Agus Salim mengaku panik dan kabur meninggalkan istri dan anaknya karena takut di tangkap polisi.

Ditempat yang sama Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syafruddin Anwar, mengatakan pada saat itu alasan pelaku melarang korban karena, tidak memiliki uang untuk berobat.

Sebelumnya, Polsek Tanjungpinang berhasil meringkus pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Agus Salim.

Pelaku yang sudah ditetapkan tersangka ini, ditangkap di Perumahan Jalan WR Supratman KM 8 Kota Tanjungpinang, pukul 14.30 WIB, Kamis (31/3/2022).

Atas perbuatannya, saat ini Agus Salim ditetapkan Tersangka dan mendekam di Sel tahanan Polsek Tanjungpinang timur. Tersangka dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.