Terbukti Korupsi Dana BOS SMAN 1 Batam, M.Chaidir Divonis Hanya 1 Tahun Penjara

*Terdakwa M.Chaidir Juga Kembalikan Rp830 Juta Dana BOS Yang Dikorupsi

Korupsi dana BOS SMAN 1 Batam, Muhammad Chaidir Divonis Hanya 1 Tahun Penjara
Korupsi dana BOS SMAN 1 Batam, Muhammad Chaidir Divonis Hanya 1 Tahun Penjara

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Mantan Kepala sekolah SMA Negeri 1 Batam, terdakwa Mohammad Chaidir,  divonis hanya 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Putusan dijatuhkan majelis hakim Anggalanton Boangmanalu didampingi Hakim Ad-Hoc Tipikor Albiferi dan Syaiful Arif di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (5/4/2022).

Dalam putusanya, Hakim menyatakan terdakwa Mohammad Chaidir terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana dan jabatan yang ada padanya untuk korupsi hingga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara atas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp830 juta.

Hakim menyatakan, Hal itu sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum melanggar pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Atas perbuatannya, terdakwa dihukum selama 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider  3 bulan kurungan,” kata Hakim.

Sementara barang bukti berupa Uang Rp 830 juta yang disetorkan terdakwa ke kejaksaan sebagai uang pengganti atas kerugian negara, disita dan akan dikembalikan ke negara.

Putusan ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum  Dedi Junarto Simatupang yang sebelumnya menuntut terdakwa Mohammad Chaidir dengan hukuman 1 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan ini, Jaksa menyatakan pikir-pikir, sedangkan terdakwa dan Kuasa Hukumnya menyatakan menerima.

Sebelumnya, Jaksa mendakwa M.Chaidir melakukan korupsi dana BOS SMA Negeri 1 Batam dengan modus membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) Palsu.

Selain itu, Mantan kepala sekolah Favorit di Batam ini, juga memark-up penggunaan biaya pembelian sejumlah keperluan sekolah dari anggaran BOS itu, hingga tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

Selain itu, terdakwa dan sejumlah guru SMA di Negeri 1 Batam, juga menggunakan dana Bos SMA 1 Negeri Batam itu untuk jalan-jalan ke Malaysia. Hingga atas perbuatanya itu merugikan keuangan negara Rp 830 juta.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.