Pejabat Sekda Kepri Lembaga Keagamaan Segera Proses Ajukan Pencairan Rp 74 M Dana Hibah

Gubernur Ansar saat menyerahkan secara simbolis dana hibah untuk salah satu Masjid di Tanjungpinang. (Foto : Humas Pemprov Kepri)
Gubernur Ansar saat menyerahkan secara simbolis dana hibah untuk salah satu Masjid di Tanjungpinang. (Foto : Humas Pemprov Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Eko Sumbaryadi, meminta Ketua Masjid, pengurus Musala dan Ketua yayasan Agama yang belum menerima dana bantuan hibah provinsi secepatnya memproses surat-surat ketentuan untuk penerimaan dana tersebut.

Hal itu diperlukan guna mempercepat proses penyaluran Rp 74 Miliar anggaran dana Hibah APBD 2022 Provinsi Kepri untuk bisa digunakan untuk pembangunan rumah ibadah.

“Karena direncanakan dana hibah ini diserahkan sebelum Ramadhan, sekarang sudah memasuki bulan Ramadhan, makanya dana hibah ini akan diserahkan secepat mungkin,” ujarnya di Tanjungpinang Kamis (7/4/2022).

Pemprov Kepri melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) lanjut Eko, sudah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 74 miliar untuk disalurkan kepada seluruh kabupaten/kota.

Kemudian, sesuai dengan arahan Gubernur penyaluran dana hibah tersebut harus tuntas 100 persen sebelum bulan Ramadhan. Namun, hingga kini penyalurannya belum selesai secara keseluruhan. Hal itu disebabkan persoalan administratif yang belum diselesaikan penerima.

Maka dari itu, Eko meminta peran aktif Ketua Masjid, pengurus Musala dan Ketua yayasan Agama yang belum menerima segera menyelesaikannya.

“Target kita keseluruhan dana hibah tersebut akan selesai diserahkan kepada para penerima sebelum memasuki bulan ramadhan. Gubernur Ansar pun menyempatkan untuk menyerahkan langsung hibah tersebut ke beberapa Kabupaten Kota di Kepri,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan tujuan diberikannya dana hibah untuk rumah ibadah adalah mempercepat pembangunan di daerah, sekaligus mendongkrak pemulihan ekonomi melalui perputaran uang yang digunakan dalam pemugaran rumah ibadah.

Ia juga berpesan, agar dana hibah yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan dengan benar. Lalu dirinya juga menegaskan agar jangan ada potongan-potongan dana dari OPD agar dana yang diterima pengurus rumah ibadah bisa utuh.

“Gunakan dana ibadah yang diterima ini semaksimal mungkin, kami sengaja memberikan di awal tahun agar progresnya bisa selesai di akhir tahun,” tegas Ansar saat menyerahkan dana hibah untuk rumah ibadah di Karimun, beberapa waktu lalu.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.