Remaja di Tanjungpinang Diamankan Polisi Karena Sebarkan Video Asusila ke Media Sosial

Pelaku didampingi Pengacaranya saat diperiksa diruangan penyidik Tipidter Satreskrim Polres Tanjungpinang
Pelaku didampingi Pengacaranya saat diperiksa diruangan penyidik Tipidter Satreskrim Polres Tanjungpinang (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Seorang remaja inisial M (17) di Tanjungpinang diamankan Polisi karena menyebarkan video asusila di mediasosial.

Pelaku diamankan dari rumahnya sekitar pukul 11.50 WIB, Kamis (7/4/2022) di Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan penangkapan M dilakukan atas laporan orang tua korban K juga seorang anak dibawah umur aatas tersebarnyaa video asusila anaknya.

Korban dengan pelaku laanjut Awal, merupakan siswa dan siswi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang dan keduanya mengaku berpacaran.

Penyebaran video asusila sendiri, berawal ketika korban mengirimkan video asusilanya secara pribadi kepada pelaku tahun 2021. Setelah itu, pelaku kemudian menyebarkan video asusila itu ke Media Sosial (Medsos) miliknya.

“Pelaku menyebar video bugil korban ke medsosnya. Pelaku dan korban mengaku pacaran sejak kelas 8 SMP,” ungkap Awal.

Karena melihat video anaknya tersebar, selanjutnya orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Tanjungpinang.

Atas laporan oraang tua K, unit Tindak Pidana Tertentu (Tpidter) Satrekrim Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan, Polisi juga memangil beberapa saksi dan kemudian melakukan kordinasi dengan Unit Siber Polda Kepri.

Dari penyidikan yang dilakukan, akhirnya terungkap bahwa yang menyebarkan video asusila korban adalah M yang merupakan pacarnya sendiri.

“Pelaku Kami mankan dirumah wilayah Tanjungpinang,” jelasnya Awal.

Atas perbuatnya, Polisi menetapakan M sebagai tersangka dengan sangkaan melanggaar Pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 UU nomor 19 tahun 206 Tentang UU ITE.

Tetapi karena pelaku masih dibawah umur, Polisi akan melakukan koordinasi bersama Dinas Perlindungan Anak Tanjungpinang dalam penanganan Anak Bermasalah hukum tersebut.

“Saat ini sedang kami koordinasikan apakah nanti akan dilakukan diversi atau tidak, karena masih dibawah umur,” ungkap Awal.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.