Gubernur Ansar Ajukan Dana Hibah Bantuan AS Untuk Pembangunan Pelantar I dan II Tanjungpinang

Gubernur Ansar saat Rapat dan Presentasi Program Compact-2 MCC bersama Environmental and Social Associate Director MCC Jason Jones di Gedung Daerah, Tanjungpinang
Gubernur Ansar saat menggelaar rapat dan presentasi program Compact-2 MCC bersama Environmental and Social Associate Director MCC Jason Jones di Gedung Daerah, Tanjungpinang (Foto:humas) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad  mengajukan bantuaan hibah Ameriksa Serikat (AS) Millenium Challenge Corporation (MCC) dalam program Compact-2, untuk pembiayaan pembangunan pelabuhan Kuala Riau Tanjungpinang (Pelantar I dan Pelantar II).

Pengajuan pembangunan Integrasi Pelantas I dan II Tanjungpinang dengan pembiayaan hibah itu, dikatakan Gubernur Ansar pada Rapat dan Presentasi Program Compact-2 MCC bersama Environmental and Social Associate Director MCC Jason Jones di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (7/4/2022).

Menurut Ansar, pengembangan Pelabuhan Kuala Riau untuk mengintegrasikan Pelantar I dan II menjadi bagian komprehensif kota Tanjungpinang mejadi salah satu proyek strategis untuk dibiayai melalui Program Compact-2 itu.

“Pengintegarasian pelantar I dan II kota Tanjungpianang ini sangat dibutuhkan, untuk kepentingan logistik masyarakat. Dan saat ini kondisinya sudah sangat padat dengan alur lalu lintas hanya satu jalur,” jelasnya saat

Tujuan integrasi pelantas I dan II lanjut Ansar, adalah untuk memudahkan alur logistik yang selama ini dwelling timenya memakan waktu rata-rata satu minggu.

Kemudian, lanjut Ansar, adanya pelabuhan Sri Bintan Pura dan pelabuhan penyeberangan ke Pulau Penyengat yang berdekatan akan semakin terintegrasi jika pengembangan Pelabuhan Kuala Riau terealisasi.

“Maka Pelabuhan Kuala Riau ini kalau nanti MCC bersama kita mengembangkannya, maka akan menjadi pelabuhan terintegrasi yang bisa melengkapi semua kebutuhan-kebutuhan pelayaran,” ungkap Gubernur.

Gubernur Ansar juga mengungkapkan komitmennya dalam program ini dengan kesiapan melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan dan siap memberikan keterangan terkait masukan dan pertanyaan dari pihak MCC.

“Agar tepat sasaran, tepat guna, dan bermanfaat. Kalau ini dibangun dengan komprehensif bisa menjadi walkway masyarakat dan menambah performance Kota Tanjungpinang” tutupnya.

Dengan tawaran hibah AS itu, Provinsi Kepri menyaatakan kesiapan sebaagai salah satu daerah sasaran hibah investasi yang bersifat time bound atau berbatas waktu.

Sebagaimana diketahui, MCC merupakan lembaga bantuan luar negeri Amerika Serikat (AS) untuk membantu perjuangan melawan kemiskinan global. MCC menyalurkan hibah dari hasil pembayaran pajak masyarakat AS untuk memberi manfaat bagi negara-negara sedang berkembang yang didirikan oleh Kongres AS pada Januari 2004.

Sedangkan Program Compact adalah program kerja sama antara MCC dengan suatu negara dalam pendanaan proyek-proyek spesifik selama 5 tahun. Targetnya adalah untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Environmental and Social Associate Director MCC Jason Jones, mengatakan, hibah Compact saat ini, tersebar di 24 negara di seluruh dunia.

Kebanyakan negara penerima adalah negara di Afrika dengan tujuan untuk pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.

“Dana compact akan cair di awal 2024 dan akan ada tenggat 5 tahun yang sangat ketat, sehingga harus berakhir di 2029. Namun sebelum cair akan ada dana pra compact yg dapat digunakan untuk kepentingan seperti studi kelayakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Direksi MCC memutuskan bahwa Indonesia terpilih untuk dapat menerima Hibah MCC untuk Program Compact kedua Desember 2018 lalu.

Kementerian PPN/Bappenas telah ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia sebagai koordinator mitra MCC dalam tahap perencanaan Program Compact kedua ini.

Ada lima Provinsi di Indonesia yang menjadi sasaran hibah investasi yang bersifat time bound ini. Yakin, Provinsi Sulut, Sumsel, Riau, Kepri dan Bali.

Penulis:Ismail
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.