Karantina Tanjungpinang Sertifikasi Komoditas Ekspor Pertanian Kepri Senilai Rp 21 M ke Singapura

Karantina Tanjungpinang Sertifikasi Komoditas Ekspor Pertanian Kepri Senilai Rp21 M ke Singapura
Karantina Tanjungpinang Sertifikasi Komoditas Ekspor Pertanian Kepri Senilai Rp21 M ke Singapura

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau kembali mengekspor komoditas pertanian senilai Rp 21 miliar ke Singapura.

Sejumlah komoditas pertanian yang diekspor itu berupa Babi potong, Karet lempengan dan produk olahan Kelapa dari pulau Batam dan Bintan yang difasilitasi dan disertifikasi Karantina Pertanian.

Kepala Karantina pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho, mengatakan komoditas pertanian yang diekspor dari provinsi Kepri itu, didominasi sub sektor peternakan berupa babi potong senilai Rp 20,9 miliar.

Sementara dari sub sektor perkebunan berupa karet lempengan dan produk olahan kelapa hanya senilai Rp 45 juta.

“Komoditas pertanian ini dipastikan sehat dan aman di negara tujuan, karena sebelum diekspor, kami melakukan serangkaian tindakan Karantina pertanian sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” kata Raden sebagaimana rilis Humas Karantina Tanjungpinang, Jumat (8/4/2022).

Menurutnya hingga kini komoditas pertanian ekspor asal Kepri sangat laris di negara tujuan khususnya Singapura terutama hewan ternak Babi.

“Hampir setiap hari 1000 ekor babi potong diekspor dan telah disertifikasi oleh pejabat Karantina dari Pulau Bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut Raden menjelaskan, selain dari sub sektor peternakan, pihaknya juga terus mendorong ekspor subsektor lain, khususnya komoditas Karet dan Kelapa dengan memberikan pendampingan pelaku usaha untuk pemenuhan persyaratan teknis.

Sebagai informasi, pada saat yang sama Presiden RI, Jokowi Widodo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jambi, juga melepas ekspor komoditas pertanian berupa Pinang biji, dengan total volume 126 ton senilai Rp 4,069 miliar.

“Komoditas unggulan asal sub sektor perkebunan ini menunjukan tren peningkatan nilai yang cukup signifikan,” ujarnya.

Tercatat secara Nasional ekspor komoditas Pinang biji tahun 2021 ada sebanyak 215.260 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp 5,11 trilliun.

Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding capaian nilai tahun 2020 yang hanya Rp2,85 triliun.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memberi bantuan kepada para pekebun Pinang dalam rangka mendorong terus berkembangnya komoditas unggulan ekspor. Selain itu, presiden berpesan agar komoditas yang diekspor harus diolah terlebih dahulu.

Penulis : Roland
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.