Polda Kepri Tetapkan ASN, Tukang Ojek dan Swasta Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp 6,2 M di Dispora Kepri

Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, didampingi Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar saat mengumumkan penetapan 6 tersangka korupsi dana Hibah Kepri (Foto:Humas Polda Kepri)
Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, didampingi Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar saat mengumumkan penetapan 6 tersangka korupsi dana Hibah Kepri (Foto:Humas Polda Kepri)

PRESMEDIA.ID, Batam – Penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan 6 orang tersangka dugaan Korupsi dana Hibah bidang Kepemudaan pada DPA-PPKD Provinsi Kepri tahun 2020.

Ke 6 tersangka dugaan korupsi Dana Hibah di Dispora Kepri itu, terdiri dari Aparatur Sipil Negara, Tukang Ojek dan pihak swasta.

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, didampingi Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar dan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Abdul Rahman mengumumkan penetapan tersangka korupsi itu pada konferensi pers yang dilaksanakan di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Senin (11/4/2022).

Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar, mengatakan dalam kasus korupsi kegiatan belanja hibah bidang Kepemudaan dan Olah Raga pada DPA-PPKD APBD Perubahan Provinsi Kepri ini, terdapat 6 tersangka dengan 6 Laporan Polisi (LP).

Ke 6 tersangka itu adalah, Tr alias Wh (44) PNS di Provinsi Kepri. Kemudian tersangka Mn alias Usn pekerjaan Swasta, tersangka Ucn alias Ttr (39) pekerjaan Swasta.

“Selanjutnya tersangka Spn Alis Ar (35) pekerjaan Tukang Ojek, Tersangka Aas (27) swasta dan Tersangka Mid alias Fls (33) swasta,” ujar AKBP Surya Iswandar dalam rilisnya.

Ke enam tersangka lanjutnya, menggunakan dana APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020 dengan nilai kerugian keuangan Negara Rp6.2 Miliar.

Penyelidikan dan Penyidikan korupsi belanja hibah bidang Kepemudaan dan Olahraga di dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri itu, dilakukan Polda Kepri atas adanya Informasi dari Masyarakat.

Selanjutnya pada 20 Desember 2020, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri mulai melaksanakan penyelidikan dengan melakukan permintaan keterangan kepada sejumlah orang terdiri dari pihak Pemerintah Provinsi Kepri, Pihak Penerima Hibah, Pihak Notaris dan Pihak Pemilik atau Pegawai tempat dilaksanakannya kegiatan hibah.

“Selanjutnya pada 3 Januari 2022, mulai dilakukan proses penyidikan atas ditemukan perbuatan melawan hukum yang didukung dua alat bukti yang sah,” ujarnya.

Selain itu, Penyidik juga mengatakan, dari hasil audit BPKP atas penggunaan dana hibah APBD Kepri itu, juga ditemukan kerugian keuangan negara dengan nilai kerugian total loss Rp6.215.000.000,-.

“Hal itu tertuang dalam hasil audit BPKP nomor:SR-141 /PW28/5/2022 tanggal 4 April 2022 dengan nilai kerugian keuangan negara dalam korupsi ini ditetapkan total loss,” katanya.

Dalam proses penyidikan, Polda Kepri juga telah memanggil dan memeriksa 77 orang saksi. Selain itu, juga dilakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang sebesar Rp 233.650.000,- serta sejumlah dokumen-dokumen lainya.

“Ditreskrimsus juga berkoordinasi dengan para ahli, salah satunya dengan tim auditor dari perwakilan BPKP Provinsi Kepri dalam hal melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara terkait perkara dimaksud,” sebut Surya Iswandar.

Dan atas perbuatannya, ke 6 tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan Atau Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Penulis : Presmedia
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.