Wadir Ditreskrimsus Polda: Penetapan 6 Tersangka Korupsi Dana Hibah Dispora Kepri Merupakan Penyidikan Cluster Pertama

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan saat memberi keterangan Pers di Polda Kepri (Foto:Humas Polda Kepri)
Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan saat memberi keterangan Pers di Polda Kepri (Foto:Humas Polda Kepri)

PRESMEDIA.ID, Batam – Wakil Direktur (Wadir) Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, mengatakan penetapan 6 tersangka yang terdiri dari Tukang Ojek, pihak swasta dan ASN dalam kasus korupsi dana Hibah APBD Kepri 2020 merupakan Cluster Pertama dari penyidikan global dugaan korupsi dana hibah Provinsi Kepri Rp20 Miliar.

“Penyidikan dibagi menjadi empat cluster dan penetapan 6 tersangka hari ini merupakan cluster pertama yaitu yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri dengan kerugian Negara Rp 6.215.000.000,-,” ujar AKBP Nugroho Agus Setiawan pada konferensi pers yang dilaksanakan di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Senin (11/4/2022).

Dari 6 orang tersangka korupsi Dana Hibah cluster Pertama di Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri ini kata Nugroho Agus Setiawan, Tersangka utamanya adalah seorang Pegawai negeri Sipil (ASN) TR alias WH yang dibantu lima orang tersangka lainnya dari pihak swasta dan tukang Ojek.

″Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Atau Pasal 3 UU nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Atas UURI moor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP,” sebutnya.

BAP Perkara 6 Tersangka Belum di Terima Kejati Kepri

Di Tempat terpisah, Kepala Kejaksaan tinggi Kepri melalui Asisten Pidana Khusus Kejati, baru menerima SPDP terlapor dan penetapan 6 tersangka korupsi dana hibah itu dari penyidik Polda Kepri.

Sedangkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke 6 Tersangka, hingga saat ini belum diterima Kejaksaan Tinggi Kepri.

“Untuk Berkas belum ada pelimpahan dari Penyidik Polda, sebagai tindak lanjut SPDP terlapor kemarin Kami baru terima Surat penetapan 6 tersangka,” ujarnya melalui PS Kasipenkum Kejati Kepri Hadi.

Sebelumnya Kejaksaan tinggi Kepri telah menerima 6 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Penyidik Polda Kepri.

SPDP diterima Kejati Kepri pada Kamis (6/1/2022) lalu untuk 6 orang terlapor. Ke 6 SPDP penyidik Polda Kepri itu terdiri dari bernomor 1 hingga 6 tanggal 4 Januari 2022 dengan nama terlapor dan tersangka As, Ms, Mi, Sp, Mk dan Tw.

Ke 6 terlapor dan tersangka disangka melanggar UU nomor 31 tahun 1999 Jo UU nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Penulis : Presmedia
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.