Basarnas Tanjungpinang Turunkan Tim Cari WNA Belanda Hilang Saat Menyelam di Malaysia

Tim Gabungan Basarnas Tanjungpinang saat melakukan pemantauan dan Pencairan di perairan Bintan, korban tenggelam WN Belanda di Perairan Malaysia. (Foto: Basarnas Tanjungpinang)
Tim Gabungan Basarnas Tanjungpinang saat melakukan pemantauan dan Pencairan di perairan Bintan, korban tenggelam WN Belanda di Perairan Malaysia. (Foto: Basarnas Tanjungpinang)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menurunkan tim, pencarian warga negara Belanda Nathen Renze Chesters yang hilang saat menyelam bersama rekannya di perairan Malaysia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Slamet Riyadi, mengatakan informasi hilangnya WNA Belanda itu, diperoleh dari Pemerintah Malaysia.

Informasi kejadian, bermula pada saat hilangnya 4 Penyelam Warga negara Asing itu di perairan Malaysia, Rabu(6/4/2022) lalu.

“Setelah 4 hari dinyatakan hilang, korban kedua dan ketiga telah ditemukan di sekitar Perairan Bintan dalam posisi selamat. Selanjutnya kedua korban langsung dievakuasi ke Johor, Malaysia untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Slamet Riyadi Senin (11/4/2022).

Sementara satu orang WNA Belanda atas nama Nathen Renze Chesters lanjutnya, hingga saat ini belum ditemukan.

“Atas hal itu, Pemerintah Malaysia meminta bantuan kepada pihak Indonesia untuk memantau dan melakukan pencarian terhadap korban, dengan indikasi, korban akan hanyut ke perairan Indonesia,” ujar Slamet.

Atas permintaan itu, selanjutnya unit SAR Gabungan Polair Bintan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mengerahkan 1 unit kapal RB-209 sebagai armada untuk memantau di sekitaran wilayah Berakit, Pulau Bintan.

“Penerjunan dilaksanakan dengan mengerahkan seluruh ABK RB-209 dan 5 orang rescuer,”paparnya.

Hingga saat ini tim SAR gabungan itu masih terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan korban di sekitaran perairan Bintan itu.

Penulis : Roland
Editor: Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.