Kejati Kepri Terima SPDP Tersangka Penyelundup 900 Karton Mikol di Mapur Bintan

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Lantamal IV), Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan dan jajaranya saat menggelar Ekspose Penangkapan ribuan Botol Mikol dari KM.Virgo di Pulau Mapur Bintan
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Lantamal IV), Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan dan jajaranya saat menggelar Ekspose Penangkapan ribuan Botol Mikol dari KM.Virgo di Pulau Mapur Bintan(Foto: Dok/Presmedia/id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Tinggi Kepri menerima penetapan tersangka Nakhoda KM.Rizki Baru atas dugaan penyelundup 900 Karton Minuman beralkohol dari penyidik Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau Karimun.

Penetapan tersangka Sukar bin Daim selaku nakhoda Kapal KM.Rezeki Baru dalam kasus Pabean dan Cukai ini, ditandai dengan pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Penyidik Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau Karimun  ke Kejaksaan Tinggi Kepri.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri Nixon Andreas Lubis, mengatakan SPDP penetapan tersangka kasus Pabean dan cukai  900 Karton Minuman Beralkohol itu diterima kejaksaan dari penyidik DJBC pada Sabtu (26/3/2022) lalu.

“Di SPDP Penyidik Bea dan Cukai, menyatakan Sumar Bin Daim (Alm) selaku nakhoda kapal, sebagai tersangka Pabean dan Cukai,” ujarnya Kamis (14/4/2022).

Atas perbuatanya, penyidik menjerat tersangka Sumar dalam dugaan penyelundupan Mikol ini, dengan Pasal 102 huruf a UU Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan atas UU nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dan atau pasal 54 UU Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai.

“Sedangkan berkas perkara, kejaksaan hingga saat ini belum menerima pelimpahan tahap I nya,” ujar Noxon.

Sebelumnya, Tim Patroli BC 20008 menegah KM Rezki Baru dengan muatan 900 karton Minuman Beralkohol berbagai merek di perairan pulau Mapur-Bintan pada Jumat (25/3/2022) lalu.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Tim Patroli, mendapati muatan Minuman beralkohol sebanyak 900 karton di dalam KM.Rizki Baru.

Pengakuan ABK dan Nakhoda kapal saat itu menyatakan, bahwa barang minuman tanpa cukai dan tidak memiliki manifes barang itu, diangkut dari Jurong Singapura mau menuju Sumatera Selatan.

Sedangkan administrasi data manifest barang Kru dan Nahkoda kapal mengakui tidak memiliki. Demikian juga lekatan pita cukai sebagai tanda pelunasan pajak cukai Minuman Mengandung Etik Alkohol yang diimpor dari luar negeri itu. Juga tidak ditemukan tim penyidik Bea dan Cukai.

Atas temuan barang itu selanjutnya, Tim Bea dan Cukai, menarik dan memproses pelanggaran UU Pabean dan Cukai pada nakhoda kapal yang digunakan sebagai sarana pengangkut Minuman Beralkohol dari luar itu, ke Kanwil DJBC khusus Kepri di Karimun.

Sementara pemilik barang dan Kapal, hingga saat ini belum tersentuh hukum, dan diketahui keberadaanya.

Penulis : Presmedia
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.