Otak Pelaku Perdagangan Orang, Tersangka Susanto alias Acing dan Mulyadi Lolos dari Tuntut TPPU

*Barang Bukti Tersangka Susanto dan Mulyadi Hanya Kwitansi dan ATM

Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Bintan saat memeriksa berkas dan Terdakwa Susanto alias Acing pada Tahap II Terdakwa dan Barang Bukti Kasus TPPO dan TPPU dari penyidik Polda Kepri
Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Bintan saat memeriksa berkas dan Terdakwa Susanto alias Acing pada Tahap II Terdakwa dan Barang Bukti Kasus TPPO dan TPPU dari penyidik Polda Kepri (Foto:Dok-Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Dua otak pelaku perdagangaan orang atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menewaskan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tenggelam di Malaysia, Susanto alias Acing serta Mulyadi alias Ong,  lolos dan tidak dijerat penyidik dan Jaksa dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal itu terlihat dari informasi perkara terdakwa Susanto alias Acing serta Mulyadi alias Ong sebagaimana yang telah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bintan ke PN Tanjungpinang. Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara ini belum memberikan tanggapan.

Sebagaimana diketahui, Susanto alias Acing bersama Mulyadi alias Ong adalah otak pelaku pengiriman 60 PMI ilegal yang tenggelam di perairan Malaysia, dengan tarif Rp1.200.000 per orang. Dalam pengiriman 60 PMI illegal ini tersangka Susanto alias Acing mengaku memperoleh keuntungan Rp.70,000,000,-.

Sedangkan tersangka Mulyadi alias Ong, adalah rekan bisnis tersangka Susanto alias Acing yang merekrut dan mempunyai banyak anak buah untuk melakukan perekrutan PMI secara ilegal di wilayah Jawa dan Pulau Lombok NTB.

Dari data inforomasi perkara yang dikutip PRESMEDIA.ID di sistim informasi perkara PN Tanjungpinang, Perkara terdakwa Susanto alias Acing teregister dengan perkara nomor 109/Pid.Sus/2022/PN Tpg pada 14 April 2022. Sedangkan perkara tersangka Mulyadi alias Ong, teregister dengan perkara nomor 110/Pid.Sus/2022/PN Tpg yang didaftarkan JPU pada 14 April 2022 lalu.

Kedua tersangka bersama 4 tersangka lainya, masing-masing Agus Salim, Narudin alias Nas,  Erna Susanti alias Erna Binti M.Jamby, serta tersangkaa Juna Iskandar alias Juna (Dituntut secara terpisah-red) hanya disangka melanggar pasal 4 jo pasal 16 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sangkaan lain, melanggar pasal 81 Jo Pasal 69 UU RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor  11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke–1 KUHPidana, serta Pasal 83 Jo. Pasal 68 UU RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Tersangka Susanto dan Mulyadi alias Ong bersama 4 tersangka lainya ini, akan disidangkan pada Rabu (20/4/2022) mendatang oleh Hakim Boy Salendara didampingi dua hakim anggota, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum di ruang sidang Kusumah Atmaja PN Tanjungpinang.

Barang Bukti Tersangka Susanto dan Mulyadi Hanya Kwitansi dan ATM

Sedangkan barang bukti kejahatan yang dilakukan terdakwa Susanto alias Acing sebagaimana yang diterima dan didaftarkan Panitera PN Tanjungpinang Marni Hafni, hanya satu lembar kwitansi pembayaran gresik tanggal 22-09-2019 dan barang bukti kejahatan tersangkaa Mulyaadi alias Ong hanya satu buah kartu ATM Bank BRI sebagaimana daftar baarang bukti di SIPP PN Tanjungpinang.

Terdakwa Susanto alias Acing, sebelumnya telah ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Kepri sejak 2 Januari 2022 lalu kemuidan dierpanjang beberapa kali sebelum berkas dan tahanannya dilimpah dan dilanjutkan hakim PN Tanjugpinang sejak 14 April 2022 hingga 13 Mei 2022 mendatang.

Sementara Tersangka Mulyadi alias Ong sebelumnya telah ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri sejak 4 Januari 2022 lalu dan diperpanjang beberapa kali, hingga berkas dan tahanannya dilimpah dan diperpanjaang Hakim PN Tanjungpinang sejak 14 April 2022 hingga 13 Mei 2022 mendatang.

Sebelumnya, ke 6 tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang ini ditetapkan Ditreskrimum Polda Kepri sebagai tersangka akibat tenggelamnya kapal pembawa pekerja migran indonesia ilegal asal NTB dan pulau Jawa di perairan Negara Malaysia.

Dari 60 orang PMI yang tenggelam di kapal milik Susanto alias Acing, 19 orang PMI dinyatakan meninggal, 32 orang lainya hilang dan belum diketahui keadaanya, sementara 13 orang lainnya selamat.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.