SPDP Kasus TPPU Acing dan Mulyadi Dikembalikan Ke Polda Kepri

Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Bintan saat memeriksa berkas dan Terdakwa Susanto alias Acing pada Tahap II Terdakwa dan Barang Bukti Kasus TPPO dan TPPU dari penyidik Polda Kepri
Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Bintan saat memeriksa berkas dan Terdakwa Susanto alias Acing pada Tahap II Terdakwa dan Barang Bukti Kasus TPPO dan TPPU dari penyidik Polda Kepri (Foto:Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengembalikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas nama terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi Alias Ong.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri melalui Kepala seksi Penerangan Hukum Kejati Nixon Andreas Lubis, mengatakan pengembalian SPDP kasus TPPU yang sebelumnya disampaikan penyidik Polda Kepri itu, dilakukan, setelah 3 bulan SPDP diterima belum ada tindak lanjut tahap satu (Pengiriman berkas Perkara-red) dari penyidik Polda Kepri ke Kejaksaan.

“Pengembalian SPDP kasus TPPU atas Nama terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong itu, dilakukan Jaksa pada 16 April 2022, setelah 3 bulan tidak ada tindak lanjut berkas,” ujarnya paada PRESMEDIA.ID Selasa, (19/4/2022).

Sebelum dikembalikan, kata Nixon, tim jaksa di Kejaksaan Tinggi Kepri juga telah  menyurati penyidik Polda melalui P17 pertama dan P17 kedua.

“Tujuannya, sebagai koordinasi dan mempertanyakan tindak lanjut penyidikan dari Kasus TPPU atas SPDP yang dikirim tersebut. Tapi, sampai dua kali disurati belum ada jawaban,” jelasnya.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Kepri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap terlapor Susanto alias Acing dengan Nomor: B/11/I/2022/Ditreskrim pada 14 Januari 2022 lalu. Kemudian SPDP atas nama terlapor Mulyadi alias Ong dengan Nomor:B/12/I/2022/DitreskrimTanggal 14 Januari 2022.

Dalam SPDP ini, kedua terlapor disangka melanggar Pasal 3 atau 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas tindak Pidana asal, Perdagangan Orang yang saat ini sedang disidangkan di PN Tanjungpinang.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt yang dikonfirmasi dengan pengembalian SPDP kasus TPPU terlapor Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong ini belum memberi tanggapan.

Kepada PRESMEDIA.ID, Harry Goldenhardt mengatakan akan memberi tanggapan kalau sudah ada datanya.

“Nanti ya, kalau saya sudah ada datanya,” singkat Harry saat dikonfirmasi, Selasa (19/4/2022).

Sebelumnyam Susanto alias Acing dan Mulyadi alias Ong bersama 4 tersangka lainnya, ditetapkan penyidik Ditreskrimum Polda Kepri sebagai tersangka tindak pidana perdagangan orang.

Ke 6 tersangka, merupakan sindikat perekrut dan pengirim 60 PMI asal NTB dan Jawa secara ilegal ke luar negeri yang kapalnya tenggelam di Malaysia.

Dari 60 orang PMI yang tenggelam di kapal milik Susanto alias Acing, 19 orang PMI dinyatakan meninggal, 32 orang lainya hilang dan belum diketahui keadaanya, sementara 13 orang lainnya selamat.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.