Ansar: Wisman Singapura ke Kepri Tak Perlu PCR

Wisman Singapura yang berkunjung ke Kepri. (Foto : dok. Presmedia.id)
Wisman Singapura yang berkunjung ke Kepri. (Foto : dok. Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah pusat akhirnya membebaskan syarat wajib tes PCR bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari Singapura yang berkunjung ke Kepri.

Kebijakan tersebut sesuai dengan surat edaran Satgas Penanganan Covid-19 nomor 17 tahun 2022 tentang prokes PPLN dan berlaku mulai 19 April.

Dalam edaran tersebut disebutkan bahwa PPLN atau wisman dari Singapura yang masuk melalui sejumlah pelabuhan internasional di Kepri wajib menunjukkan negatif antigen dalam kurun waktu 1×24 jam untuk penerima vaksin dosis III.

Sementara untuk PPLN yang masih dosis II masih berlaku wajib PCR dalam kurun waktu 2×24 jam.

Namun demikian, dalam edaran tersebut pemerintah masih memberlakukan syarat menetap 14 hari di Singapura terlebih dahulu bagi PPLN sebelum masuk ke Kepri.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, sebelumnya meminta pemerintah pusat menghapus aturan wajib PCR bagi wisman Singapura yang akan berkunjung Kepri.

Menurutnya, aturan tersebut cukup memberatkan wisman mengingat biaya tes PCR di Singapura yang relatif mahal.

“Kita usulkan agar wisman dari sana (Singapura) cukup antigen saja, karena biaya PCR relatif mahal,” ungkapnya di Tanjungpinang, kemarin.

Hal itu pula, menurut Ansar, menjadi salah satu penghambat sehingga wisman Singapura masih enggan berkunjung ke Kepri. Maka dari itu, jika kewajiban PCR itu dicabut dan menggantinya dengan antigen dapat menarik minat wisman ke Kepri.

Sehingga, tingkat kunjungan wisman bisa lebih maksimal.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar, menyebut hingga kini tingkat kunjungan wisman ke Kepri perlahan mulai ramai.

Diharapkan, dengan semakin dilonggarkannya aturan penerimaan wisman, dapat menjadi pemicu minat berkunjung ke Kepri.

“Kita harap kunjungan wisman bisa meningkat tahun ini,” harapnya.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.