Keberatan Didakwa Pasal Memperdagangkan Orang, Susanto Alias Acing Ajukan Eksepsi

Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Bintan saat memeriksa berkas dan Terdakwa Susanto alias Acing pada Tahap II Terdakwa dan Barang Bukti Kasus TPPO dan TPPU dari penyidik Polda Kepri
Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri Bintan saat memeriksa berkas dan Terdakwa Susanto alias Acing pada Tahap II Terdakwa dan Barang Bukti Kasus TPPO dan TPPU dari penyidik Polda Kepri (Foto:Dok presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang – Terdakwa Susanto alias Acing  keberatan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, yang mendakwanyaa dengan pasal berlapis memperdagangkan orang dan tidak melindungi Pekerja Migran atas tenggelamnya 60 PMI di perairan Johor Bharu Malaysia.

Keberatan atas dakwaan Jaksa dikatakan Terdakwa Susanto alias Acing melalui Kuasa Hukumnya Zudy Fardy SH, usai pembacaan dakwaan di PN Tanjungpinang Rabu (20/4/2022).

“Kami keberatan dengan dakwaan Pasal TPPO JPU, dan akan mengajukan Eksepsi,” kata Zudy Fardy pada Majelis Hakim.

Kuasa hukum terdakwa Susanto alias Acing mengatakan, alasan mengajukan eksepsi karena menilai, dakwaan JPU terhadap klien tidak relevan.

“Karena mereka ini (60 PMI yang tenggelam-red) masih WNI, yang dikatakan TKI orang yang bekerja diluar negeri,” ujar Zudy.

Menurutnya pada saat di Indonesia, mereka itu (60 PMI-red) berarti WNI. Setelah mereka keluar dari teritorial Indonesia, baru dikatakan PMI, Karena, mereka belum bekerja atau dipekerjakan di Malaysia.

“Hingga saat Terjadilah musibah di Malaysia, berarti lokusnya (Tempat kejadian-red) bukan di wilayah PN Tanjungpinang yang berwenang mengadili perkara ini,” kata Kuasa Hukum terdakwa.

Selain itu, Kuasa Hukum terdakwa Susanto alias Acing ini, juga mempertanyakan legalitas masing-masing korban yang dikirim dan diangkut Kapal terdakwa sebagai PMI.

Karena, lanjut Zudy Fardy, bukti-bukti sejumlah WNI yang dibawa dan direkrut terdakwa hingga akhirnya mengalami musibah tenggelam itu, untuk Bekerja di Malaysia tidak ada.

“Bisa saja mereka keluar untuk ketemu keluarganya atau yang lain. Intinya mereka belum bekerja, makanya kita melihat dalam kasus ini mereka belum ada dieksploitasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, terdakwa Susanto alias Acing bersama 5 terdakwa lainya dalam kasus tenggelam dan tewasnya PMI di Malaysia, didakwa Jaksa dengan pasal berlapis (Eksploitasi) memperdagangkan orang dan tidak melindungi Pekerja Migran Indonesia.

Atas perbuatanya, terdakwa Susanto alias Acing dan keenam terdakwa didakwa melanggar pasal 7 ayat 2 jo pasal 4 jo pasal 16 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam dakwaan pertama.

Kemudian dalam dakwaan kedua, melanggar pasal  81 Jo Pasal 69 UU Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor  11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Dan dakwaan ketiga, melanggar pasal 83 Jo. Pasal 68 Undang– Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor  11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Sidangan akan kembali digelar pada Senin (25/4/2022) mendatang, dengan agenda mendengar eksepsi terdakwa Susanto alias Acing.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.