Terbukti Jadi Mafia Tanah, Lurah dan Notaris di Bintan Dihukum Hakim Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

*Terdakwa Lurah Syamsudin dihukum 16 bulan, Terdakwa Notaris Ratu Aminah Dihukum 20 bulan Penjara

Terdakwa Notaris Ratu Aminah, dihukum hanya 20 bulan penjara karena terbukti jadi mafia tanah, pada sidang putusan yang dilaksanakan secara online di PN Tanjungpinang
Terbukti Jadi Mafia Tanah, Lurah Tanjungpermai Bintan Tedakwa Syamsudin dihukum hanya 16 bulaan dan Notraris di Bintan terdakwa Earu Aminah dihukum hanya 20 bulan Penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang, Senin (25/4/2022). (Foto:Roland-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Dua  terdakwa mafia tanah di Bintan, terdakwa Syamsudin selaku lurah dan Ratu Aminah Gunawan selaku Notaris di Tanjung Uban dihukum hanya 16 bulan dan 20 bulan penjara.

Putusan ini dibacakan oleh ketua Majelis Hakim Boy Syailendra didampingi hakim anggota Anggalanton Boangmanalu dan Topan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (25/4/2022).

Dalam putusannya, Boy menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah memalsukan akta otentik secara bersama, sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua melanggar pasal  264 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 55  Ayat 1 Ke-1 KUHP.

“Atas perbuatannya yang telah terbukti, penghukuman terdakwa Syamsudin dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 4 bulan,” kata Boy.

Dalam persidangan terpisah, Boy juga menghukum terdakwa Ratu Aminah Gunawan selaku Notaris di Tanjung Uban dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 8 bulan.

Mendengar putusan ini, terdakwa Syamsudin yang saat itu tidak didampingi Penasehat Hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Sementraa terdakwa Ratu Aminah yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya, menyatakan mengajukan banding.

Hukuman ini, kembali lebih ringan dari tuntutan Jaksa, JPU Eka Waruwu yang menuntut kedua terdakwa agar dihukum pidana masing masing selama 2 tahun dan 6 bulan.

Terdakwa Syamsudin dan Ratu Aminah bersama 3 terdakwa lain, sebelumnya ditetapkan penyidik Polres Bintan sebagai tersangka kasus mafia tanah di Bintan.

Selanjutnya, dalam dakwaan JPU ke lima terdakwa masing-masing Syamsudin selaku Lurah Tanjung Permai bersama staf kelurahan terdakwa Riki Putra dan Candra Gunawan.

Kemudian Notaris Tanjung Uban terdakwa Ratu Aminah, bersama satu warga sipil terdakwa Hariadi alias Sung Chuang didakwa melakukan perbuatan penipuan dan pemalsuan surat tanah milik warga untuk kepentingan pribadi masing-masing.

Hal itu berawal dari penjualan lahan milik Supriati dengan hak kepemilikan surat tebas nomor: 0008/TU/1961 atas nama Haji Husin Jalan Indun suri (Depan dealer Yamaha) Kelurahan Tanjung Permai Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan.

Atas penjualan lahan itu, selanjutnya terdakwa Hariadi alias Sung Chuang (Makelar-red) menawarkan tanah tersebut kepada korban Cheng Liang warga Batam.

Namun dalam perjalanan, selain memanipulasi harga lahan untuk menipu korban Cheng Liang, Terdakwa Hariadi alias Sung Chuang bersama komplotan mafianya, juga mengurangi ukuran jumlah lahan milik Supriati dari 4 hektar menjadi 92,5 hektar.

Kemudian, sisa lahan milik korban itu kembali diuruskan suratnya dengan data palsu bersama Notaris Tanjung Uban terdakwa Ratu Aminah Gunawan. Pengurangan ukuran lahan dan pengurusan surat ini, juga melibatkan Lurah dan pegawai di Kelurahan Tanjung Permai Bintan.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.