Kuota JCH Kepri 2022 Hanya 589 Orang, Daftar Tunggu Hingga 2041

Ibadah Haji. (Foto pixabay.com)
Ibadah Haji. (Foto: pixabay.com)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan kuota Jamaah Calon Haji (JCH) untuk Provinsi Kepri tahun 2022 hanya sebanyak 589 orang. Jumlah itu termasuk JCH serta petugas pendamping dari daerah.

Dengan minimnya kuota Jamaah Calon Haji untuk Provinsi Kepri ini, mengakibatkan daftar tunggu JCH Kepri saat ini menganteri hingga 2014 mendatang.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kepri Mahbub Daryanto, melalui Kepala Seksi Haji dan Umrah, Afrizal, membenarkan minimnya kuota Jamaah Calon Haji untuk Provinsi Kepri ini.

Hal ini lanjutnya, jauh dari data sebelumnya yang mencapai 1.281 JCH Kepri yang dipersiapkan untuk berangkat ibadah haji tahun 2022 ini.

“Namun, Kemenag membatasi kuota hanya 50 persen. Sehingga daftar tunggu haji Kepri hingga saat ini, sudah mendekati hingga ke tahun 2041 mendatang,” ungkapnya, Rabu (27/4/2022).

Dengn jumlah kuota yang terbatas itu lanjut Afrizal, JCH yang sudah mendaftar namun usianya diatas 65 tahun akan dikeluarkan dari daftar tunggu sementara.

Penentuan siapa JCH yang berangkat akan disesuaikan dengan nomor urut kursi yang sudah ditetapkan.

“Jika ada CJH yang diatas 65 tahun, maka yang menggantikan adalah nomor kursi yang diatasnya. Mereka yang dipilih untuk berangkat, adalah daftar tunggu di tahun 2020 lalu,” jelasnya

Selanjutnya kata Afrizal, para JCH yang akan berangkat haji tahun 2022 ini, harus segera mempersiapkan paspor, visa, vaksinasi meningitis dan vaksinasi lengkap.

Sementara untuk manasik haji, dilakukan secara online melalui aplikasi haji pintar dan berbagai media lainnya.

“Kami juga sudah memberikan panduan manasik haji di masa pandemi. Semoga penantian panjang para JCH bisa terjawab dengan adanya keberangkatan pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 ini,” harapnya.

Selain itu, ia menambahkan, untuk besaran biaya haji sesuai dengan usulan Menteri Agama. Adapun besaran BPIH 2022 yaitu Rp45.053.368,-. Anggaran tersebut, di dalamnya termasuk biaya untuk penyelenggaraan protokol kesehatan. Sedangkan untuk biaya umroh yang diselenggarakan oleh penyelenggara umrah sudah mendekati Rp 39 juta.

“Nanti besaran biaya resmi akan diumumkan setelah mendapatkan penetapan Presiden melalui Keppres,” tutup Afrizal.

Penulis:Ismail
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.