Kejati Periksa 9 Saksi Distributor Migor di Kepri Dalam Korupsi Fasilitas Ekspor CPO 2021-2022

Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung menetapkan 4 tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya tahun 2021-2022.
Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung menetapkan 4 tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya tahun 2021-2022.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau memeriksa 9 distributor Minyak Goreng (Migor) terkait dugaan korupsi Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya 2021 sampai 2022.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri, Nixon Andreas Lubis, mengatakan pemeriksaan 9 saksi distributor dalam tindak pidana Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya ini, merupakan tindak lanjut penyidikan 4 tersangka yang dilakukan Kejaksaan Agung RI.

“Jadi pemeriksaan 9 saksi distributor Minyak Goreng ini, merupakan sinergi dan perintah Kejaksaan Agung ke Kejati Kepri terkait DMO (Domestic Market Obligation) serta DPO (Domestic Price Obligation),” ujarnya Rabu (27/4/2022).

Kejaksaan Agung RI lanjut Nixon, mendelegasikan sebagian kewenangannya di setiap Kejati dan Kejari untuk melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

“Pemeriksaan 9 distributor Minyak Goreng di Kepri ini, diantaranya 4 di Tanjungpinang dan 5 di Batam,” kata Nixon di Kejati Kepri, Rabu (27/4/2022).

Sebagaimana diketahui lanjut Nixon, perusahan pabrik pembuatan minyak goreng ini ada dibeberapa tempat dan salah satunya di Medan dan memiliki distributor hingga ke Kepri.

Sejumlah Perusahan CPO, juga memiliki pabrik Minyak Goreng dan memiliki kebijakan untuk menetapkan DMO sebesar 20 persen dari total produksi CPO yang harus dipasarkan di dalam negeri.

“Jadi 20 persen ini disebar ke setiap Provinsi. Pemeriksaan terhadap 9 distributor Minyak di Kepri ini, kami lakukan untuk mengecek, apakah perusahan Pabrikan itu menyalurkan sesuai yang telah diatur,” paparnya.

Mengenai hasil pemeriksaan terhadap distributor, lanjut Nixon didampingi Kepala seksi Penyidikan Aspidsus Kejati, nanti akan dirilis oleh tim Kejagung RI.

“Intinya dari pemeriksaan 9 Saksi Distributor ini, Kejati Kepri sudah menemukan data dan barang bukti,” pungkasnya.

Sebelumnya Kejaksaan Agung RI menetapkan 4 tersangka tindak pidana korupsi Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya 2021 sampai 2022.

Ke 4 tersangka itu adalah Iw selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, kemudian tersangka Mpt selaku Komisaris PT.Wilmar Nabati Indonesia serta tersangka Sm selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PH) dan tersangka Pts selaku General Manager di Bagian General Affair PT.Musim Mas.

Ke 4 orang tersangka, disangka melanggar Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a,b,e dan f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Kemudian Keputusan Menteri Perdagangan No.129 Tahun 2022 jo Nomor:170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri (Domestic Market Obligation) dan Harga Penjualan di Dalam Negeri (Domestic Price Obligation).

Serta ketentuan Bab II Huruf A angka (1) huruf b, Jo. Bab II huruf C angka 4 huruf c Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri No.02/DAGLU/PER/1/2022 tentang petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan dan pengaturan ekspor CPO, RDB Palm Olein dan UCO.

Ke 4 tersangka juga dilakukan penahanan, setelah sebelumnya diperiksa kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat dan negatif Covid-19.

Penulis:Presmedia
Editor  :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.