Korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD, Dua Terdakwa Keberatan Dakwaan Jaksa Oditurat

Dua terdakwa korupsi Tabungan Wajib Perumahan (TWP) TNI-AD Brigjen TNI Yus Adi Kamarullah dan terdakwa Ni Putu Purnamasari saat sedang mengikuti sidang Pembacaan Dakwaan
Dua terdakwa korupsi Tabungan Wajib Perumahan (TWP) TNI-AD Brigjen TNI Yus Adi Kamarullah dan terdakwa Ni Putu Purnamasari saat sedang mengikuti sidang Pembacaan Dakwaan(Foto:Puspenkum Kejagung-RI)

PRESMEDIA.ID, Jakarta- Kasus dugaan korupsi Tabungan Wajib Perumahan (TWP) TNI-AD dengan terdakwa Brigjen TNI Yus Adi Kamarullah dan terdakwa Ni Putu Purnamasari mulai di sidangakan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Rabu (37/4/2022).

Sidang korupsi TWP TNI-AD dengan agenda pembacaa dakwaan ini, dipimpin ketua majelis hakim Militer Tinggi II Jakarta, Brigadir Jenderal TNI Faridah Faisal dan Hakim Anggota Brigadir Jenderal TNI Hanifan Hidayatullah dan Laksamana Pertama TNI Fahzal Hendri sebagaimana rilis Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Rabu, (27/4/2022)..

Dalam dakwahnya, Lima Oditurat Militer selaku Penuntut Umum, mendakwa kedua terdakwa dengan pasal berlapis melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dakwaan subsider, kedua terdakwa juga dijerat dengan Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal ayat (1) KUHP.

Related Posts

Atau kedua, melanggar Pasal 8 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Atas dakwaan Oditurat Milter itu, Terdakwa yang merupakan anggota TNI dan satu orang masyarakat sipil ini menyatakan keberatan.

melalui Kuasa hukumnya, kedua terdakwa juga menyatakan akan mengajukan Eksepsi atas dakwaan Ouditurat.

Atas keberatan terdakwa, Majelis hakim menyatakan, sidang ditunda hingga Kamis 12 Mei 2022 mendatang dengan agenda mendengar Eksepsi keberatan dari Terdakwa maupun penasihat hukumnya.

Penulis:Presmedia
Edito   :Redaksi

Leave A Reply

Your email address will not be published.