Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejari Setujui SP3 Polisi Atas Kasus Rasis Tersangka Bobby Jayanto Dengan Catatan

Kepala seksi Intelijen kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menyetujui Penghentian atau SP3 penyidik Polres Tanjungpinang terhadap kasus dugaan rasis dan diskriminasi Sara tersangka Bobby Jayanto dengan syarat, jika dikemudian hari kasus tersebut dilanjutkan, Kejaksaan menyatakan akan siap melakukan penuntutan.

Hal itu dikatakan, Kepala Kejaksaan negeri Tanjungpinang Ahelya Abustam melalui Kepala seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah, Selasa,(19/11/2019). “Kejaksaan sependapat dengan SP3 yang disampaikan oleh penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang itu. Dengan catatan, domain penyidikan memang masih berada diwilayah kewenangan penyidikan (polisi_red), untuk itu semua kewenangan terhadap penyidikan menjadi kewenangaan Kepolisian,”ujar Rizky Rahmatullah pada wartawan.

Alasan selanjutnya, tambah Rizky, terkait dengan pendapat penyidik atas perkara tersebut bukan delik aduan tetapi delik laporan (delik biasa) dan menyikapi perkembangan situasi nasional di beberapa tempat, khususnya di Jawa Timur terkait masalah ras sehingga domain memelihara ketertiban dan kententraman umum adalah domain Kepolisian RI.

“Oleh karena ini merupakan hasil perkiraan keadaan yang dilakukan oleh Kepolisian RI, kita sependapat bahwa memang itu masih wilayahnya kepolisian,”katanya.

Tetapi Rizky menegaskan apabila di kemudian hari penanganan perkara atas nama tersangka Bobby Jayanto kembali dilanjutkan Kejaksaan Tanjungpinang siap untuk melakukan penuntutan di Pengadilan.

Sebelumnya, Penyidik Polres Tanjungpinang, menyatakan menghentikan Penyidikan kasus rasis tersangka Bobby Jayanto dengan mengeluarkan surat SP3. Polisi beralasan Penghentiaan atau SP3 Kasus Rasis Bobby Jayanto dilakukan sebagai diskresi atas nama ketertiban, melalui Restorative Juctice atau keadilan restoratif.

Praktisi hukum, Jecky Tengens,SH pada situs Hukum online mengatakan, Konsep pendekatan restorative justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri.
Restorative Justice mengandung pengertian, pemulihan hubungan dan penebusan kesalahan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan tindak pidana (keluarganya) terhadap korban tindak pidana melalui upaya perdamaian di luar pengadilan.

Tujuanya, agar permasalahan hukum yang timbul akibat terjadinya perbuatan pidana tersebut, dapat diselesaikan dengan baik dengan tercapainya persetujuan dan kesepakatan diantara para pihak.

Titik berat yang menjadi pertimbangan digunakannya keadilan restoratif adalah penyidangan perkara kecil yang secara filosofis dan justifikasi kurang layak untuk disidangkan. Sehingga cukup dilakukan dengan mediasi saja dalam menyelesaikan masalah. Penal mediasi ini demi hukum dan keadilan yang progresif.

Sayangnya, praktek penyelesaian dengan cara restoraive juctice sendiri, juga sering digunakan sebagai alat represif bagi mereka yang berbalutkan atribut penegak hukum, untuk kepentingan kelompok, golongan dan bahakan pribadi. Bargening dan tawar menawar penyelesaian secara prosedur formal melalui perkara pidana atau damai dengan dalih Restorative Juctice pun menjadi dagangan.

Penulis:Roland

Comments
Loading...